DaerahHukum

Paminal Polres Kota Sumenep Tindaklanjuti Dugaan Penyiksaan oleh Oknum Polisi

×

Paminal Polres Kota Sumenep Tindaklanjuti Dugaan Penyiksaan oleh Oknum Polisi

Sebarkan artikel ini
Sulaisi Abdurrazaq.
Sulaisi Abdurrazaq.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Paminal Polres Kota Sumenep bergerak cepat menindaklanjuti adanya dugaan penyiksaan terhadap dua warga oleh oknum anggota Polsek Masalembu.

Informasi ini disampaikan oleh kuasa hukum korban, Sulaisi Abdurrazaq saat dihubungi rilpolitik.com melalui pesan tertulis WhatsApp pada Jumat (6/11/2026).

Sulaisi mengatakan pihak Paminal Polresta Sumenep langsung menindaklanjuti kasus tersebut tanpa menunggu adanya laporan terlebih dahulu.

“Paminal langsung periksa korban,” kata Sulaisi.

“Iya (tanpa laporan). Semalam Paminal telpon saya,” imbuh dia.

Menurut Sulaisi, Paminal menindaklanjuti kasus dugaan penyiksaan tersebut atas dasar tulisannya di media sosial dan pemberitaan banyak media. Dia mengatakan korban akan diperiksa di Lapas.

“Dasarnya tulisan saya yang saya post juga di TikTok. Berangkat dari berita itu, lalu (Paminal) telepon saya dan menyatakan kami akan periksa korban di lapas,” ungkap dia.

Saat ini, Sulaisi menyambangi Polresta Sumenep untuk melakukan pendampingan hukum terhadap korban.

“Hari ini biar saya ke Paminal dulu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum anggota Polsek Masalembu diduga melakukan penyiksaan, bahkan ancaman pembunuhan terhadap dua warga dalam proses interogasi kasus dugaan percobaan pencurian.

Kedua korban bernama Mulyadi dan Supriyadi. Mereka diduga disiksa dan dipaksa untuk mengakui sebagai pencuri.

Penyiksaan dilakukan dengan korban diikat ke kursi dan ditonjok berkali-kali hingga bercucuran darah. Bahkan, salah satu korban disebut dibakar di bagian lengannya.

Sulaisi menyebut dugaan adanya penyiksaan itu sudah diakui secara langsung oleh penyidik pembantu, Joko Dwi Heri P, di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumenep pada Rabu (4/11/2026) kemarin.

“Akibatnya, hidung Supriyadi bercucuran darah dan wajah mengalami memar, terutama di bagian bawah mata sebelah kiri,” ujar Sulaisi.

Menurut Sulaisi, korban mengaku disiksa supaya memberikan keterangan sesuai dengan keinginan penyidik.

Baca juga:  Oknum Polisi di Sumenep Diduga Siksa Dua Warga dan Paksa Mengaku Sebagai Pencuri

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *