DaerahPolitik

Gelar Rakerwil, BEM SI Jatim Tegaskan Sikap Tak Mau Jadi Stempel Kekuasaan

×

Gelar Rakerwil, BEM SI Jatim Tegaskan Sikap Tak Mau Jadi Stempel Kekuasaan

Sebarkan artikel ini
Grand opening Rakerwil BEM SI Jatim di UNUJA Probolinggo.
Grand opening Rakerwil BEM SI Jatim di UNUJA Probolinggo.

PROBOLINGGO, Rilpolitik.com – BEM SI Kerakyatan Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (5/10/2026), dan dijadwalkan selesai pada Rabu (7/10/2026).

Dalam Grand Opening yang dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Probolinggo, perwakilan Forkopimda kawasan Tapal Kuda, jajaran UNUJA, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Koordinator BEM SI Jatim, Moh Iskil El Fatih menyatakan sikap organisasinya untuk tidak menjadi stempel kekuasaan.

Iskil menegaskan BEM SI Jatim akan terus berdiri bersama rakyat dan bersikap kritis terhadap setiap kebijakan pemerintah.

“BEM SI Kerakyatan tidak hadir untuk membenarkan kekuasaan. Kita berdiri bersama rakyat. Ketika ada kebijakan yang merugikan masyarakat, kita akan kritik dan kita kawal,” tegas Iskil dalam sambutannya.

Ia menyoroti pemerintahan Prabowo-Gibran, kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kelangkaan BBM, hingga persoalan keadilan Tragedi Kanjuruhan.

“Jangan berpikir setelah Rakerwil ini selesai maka persoalannya juga selesai. Justru setelah ini kita mulai bergerak. Apa yang hari ini kita petakan akan kita kawal,” ujarnya.

Terkait kelangkaan BBM, Iskil menilai persoalan distribusi tidak boleh terus dibebankan kepada masyarakat.

“Rakyat tidak butuh penjelasan yang berputar-putar. Rakyat butuh BBM tersedia dan mudah diakses. Kalau ada persoalan distribusi, itu yang harus diselesaikan,” katanya.

Ia juga menegaskan isu Kanjuruhan tetap menjadi bagian dari pengawalan BEM SI Jatim.

“Selama persoalan keadilan masih dipertanyakan, selama itu pula mahasiswa akan terus mengawal,” tegasnya.

Mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura itu memastikan hasil Rakerwil tidak berhenti sebagai dokumen organisasi.

“Kalau harus konsolidasi, kita konsolidasi. Kalau harus audiensi, kita hadapi. Kalau suara rakyat harus dibawa ke jalan, kita siap turun ke jalan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Rakerwil kali ini memgangkat tema, “Lembaran Baru BEM SI Kerakyatan Jatim: Mengukuhkan Independensi, Mengakar pada Aspirasi, Mengawal Keadilan untuk Rakyat”. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus pembahasan sejumlah persoalan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *