DaerahNasionalPolitik

Pengakuan Said Abdullah Tak Masuk Tim Pemenangan Fauzi-Imam Terindikasi Bohong

×

Pengakuan Said Abdullah Tak Masuk Tim Pemenangan Fauzi-Imam Terindikasi Bohong

Sebarkan artikel ini
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Politikus senior PDI Perjuangan sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah berusaha menepis tudingan melakukan money politics atau politik uang yang dialamatkan ke dirinya untuk memenangkan Achmad Fauzi Wongsojudo-Imam Hasyim dalam kontestasi Pilkada Sumenep 2024.

Bantahan itu disampaikan dalam rangka merespons tudingan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep nomor urut 1, KH Ali Fikri-Unais Ali Hisyam dalam dalil gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Said Abdullah mengatakan tuduhan dirinya melakukan money politics bersifat mengada-ada dan tanpa disertai bukti.

Said mengatakan, kunjungannya ke Kabupaten Sumenep pada masa kampanye Pilkada 2024 itu dalam rangka melaksanakan kegiatan reses dalam kapasitasnya sebagai Anggota DPR RI.

“Sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR tentu saja saya mendapatkan kewajiban untuk melaksanakan kegiatan reses. Dan seringkali pada saat kegiatan di reses saya senantiasa menggunakan seragam Partai. Selaku anggota DPR, saya juga menerima uang reses,” kata Said dalam keterangannya yang dirilis secara serentak di berbagai media nasional pada Jumat (10/1/2025).

Dia juga mengatakan tak ada pembagian alat peraga kampanye (APK) dalam kegiatan reses tersebut. Dia mengaku hanya membagikan uang untuk anak yatim dan kelompok tani (kapoktan).

Terlebih, menurutnya, dirinya tak masuk dalam struktur tim pemenangan Achmad Fauzi Wongsojudo selaku Calon Bupati Sumenep 2024 berpasangan dengan Imam Hasyim.

“Silahkan dicek, apakah ada nama saya dalam tim pemenangan tersebut. Bahwa saya sebagai sesama kader PDI Perjuangan mendukung Pak Fauzi tentu saja, sebab beliau dicalonkan oleh PDI Perjuangan,” ujar Ketua PDIP Jawa Timur itu.

Namun fakta lain justru menunjukkan hal yang berbeda. Redaksi rilpolitik.com mendapatkan dokumen berisi struktur tim pemenangan Fauzi-Imam yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca juga:  Sekjen APSI Sebut Ada Indikasi Praktik KKN dalam Tata Kelola Kawasan Kemayoran

Dokumen tersebut tertanggal 24 September 2024 dan ditandatangani Achmad Fauzi Wongsojudo selaku pihak yang mengajukan disertai dengan stempel tim pemenangan Achmad Fauzi Wongsojudo-Imam Hasyim.

Dari dokumen tersebut menunjukkan bahwa pengakuan Said Abdullah tidak masuk dalam daftar tim pemenangan Fauzi-Imam terindikasi bohong. Sebab, namanya justru tercatat secara resmi dalam dokumen tersebut.

Berdasarkan dokumen itu, Said Abdullah didapuk sebagai Penasehat Tim Pemenangan Fauzi-Imam di Pilkada Sumenep 2024.

Nama pria berkepala plontos itu juga tercatat dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penasihat tim pemenangan Fauzi-Imam.

Tudingan Money Politics

Paslon KH Ali Fikri-Unais Ali Hisyam menuding Said Abdullah memanfaatkan jabatannya sebagai Ketua Banggar DPR RI untuk memenangkan Fauzi-Imam dengan cara melakukan money politics atau politik uang pada Pilkada Sumenep 2024.

Hal itu disampaikan kuasa hukum, Sulaisi Abdurrazaq dalam sidang perkara Nomor 206/PHPU.BUP-XXIII/2025 di Panel 2, Gedung MK, Jakarta pada Rabu (8/1/2025).

“Petahana menggunakan tangan pejabat negara aktif tanpa cuti dengan cara membagi-bagi uang dan bantuan kepada lembaga pendidikan yang dilakukan oleh MH Said Abdullah selaku Tim Kampanye Pasangan Calon Nomor Urut 2 dikemas kegiatan ‘Silaturrahim Dengan MH Said Abdullah, Ketua Banggar DPR RI’ dengan membawa misi PDIP dan misi pemenangan Pasangan Calon Nomor Urut 2,” kata Sulaisi.

“MH Said Abdullah dan tim Pasangan Calon Nomor Urut 2 kompak menggunakan kaos bertulis 2 di bagian dada sambil memberikan sejumlah uang tunai sehingga kegiatan membagi-bagi uang tersebut viral dan suasana Pilkada Sumenep cidera, integritas demokrasi runtuh karena perbuatan tersebut dilakukan oleh pejabat negara dengan jabatan Ketua Banggar DPR-RI,” sambungnya.

Sulaisi juga mengatakan Said Abdullah terus-menerus membagikan uang secara terbuka dalam sejumlah kegiatan lain di banyak tempat di Sumenep.

Baca juga:  Dugaan Menu MBG Basi di Dungkek, Korwil SPPG Sumenep Lapor KPPG Surabaya

“Termasuk membagi-bagi sejumlah uang kepada sejumlah ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *