JAKARTA, Rilpolitik.com – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mempersilakan pengkritiknya kabur ke luar negeri menuai kontroversi publik. Sejumlah pihak mengkritik pernyataan tersebut, salah satunya karena dianggap menunjukkan sikap anti kritik.
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Mujani memberikan sindiran yang menohok terhadap Prabowo terkait pernyataannya itu.
Saiful mengungkit kembali perjalanan hidup Prabowo yang mengasingkan diri ke Yordania pada pertengahan 1998 akibat situasi politik Indonesia yang tidak stabil pasca-kejatuhan Orde Baru. Saat itu, Prabowo dituduh terlibat dalam penculikan aktivis prodemokrasi, dipensiunkan dari militer, dan menghadapi tekanan politik intensif.
Saiful menegaskan pihaknya tidak akan pernah memilih untuk kabur dalam menghadapi rezim berkuasa.
“Maksudnya kabur seperti anda ke Jordania? Kami nggak serendah itu,” tegas Saiful lewat X, dikutip Jumat (1/5/2026).
Sebelumnya, Prabowo dalam acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026), menyinggung pihak-pihak yang menyebut ‘Indonesia gelap. Bagi Prabowo, Indonesia saat ini terang dan bilang yang menyebut Indonesia gelap memiliki mata buram.
Tak hanya itu, Prabowo juga mempersilakan pihak-pihak yang mau kabur untuk kabur saja.
“Terus kita dibikin apalagi, Indonesia gelap. Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja,” kata Prabowo.
(War/rilpolitik)
















