SUMENEP, Rilpolitik.com – Garuda Sakti Bersatu (Gardasatu) Jawa Timur menyoroti maraknya pabrik rokok baru di Kabupaten Sumenep. Mereka menduga bahwa pabrik-pabrik itu tidak beroperasi dan hanya dijadikan sebagai tempat ternak pita cukai.
Ketua Gardasatu Jatim, Badrul Aini mendesak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh pabrik rokok yang ada di Kota Keris.
Badrul menjelaskan, audit diperlukan untuk memastikan pabrik-pabrik tersebut benar-benar memproduksi rokok, bukan hanya jadi tempat ‘ternak’ pita cukai tanpa aktivitas produksi nyata.
“Kami menemukan indikasi kuat bahwa banyak pabrik hanya berjualan pita cukai tanpa produksi rokok yang sesungguhnya. Ini jelas harus dibongkar. Bupati Sumenep jangan diam,” kata Badrul dalam rilisnya pada Minggu (27/4/2025).
Dia juga meminta Bea Cukai dan kepolisian untuk turun tangan mengusut dugaan bisnis pita cukai berkedok pabrik rokok itu.
“Bea Cukai juga harus serius, jangan main-main. Kepolisian harus turun tangan untuk mengungkap dugaan ini,” tegas dia.
Menurut Badrul, kejanggalan ini terlihat dari fakta bahwa meski jumlah pabrik rokok di Sumenep meningkat drastis, namun data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumenep justru stagnan.
“Kalau industri rokok benar-benar tumbuh, seharusnya ada dampak nyata pada pertumbuhan ekonomi lokal. Ini tidak terjadi. Ada apa? Bupati harus tegas,” lanjutnya.
Gardasatu Jatim juga mendesak Bupati Achmad Fauzi untuk memberlakukan moratorium atau penghentian sementara penerbitan izin baru pabrik rokok di Sumenep, hingga audit selesai dan hasilnya diumumkan ke publik.
“Kami meminta Bupati berkoordinasi erat dengan Bea Cukai dan aparat penegak hukum. Ini penting untuk menjaga integritas ekonomi daerah dan mencegah Sumenep menjadi sarang praktik ilegal berkedok pabrik rokok,” ujarnya.
Gardasatu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ternak pita cukai ini hingga tuntas demi menjaga kepentingan masyarakat dan daerah. “Bukan hanya di Kabupaten Sumenep, tapi Se Madura,” pungkasnya.







![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)
![Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) mengusir paksa ekskavator yang melakukan aktivitas pengerukan di laut Kampung Tapakerbau pada Minggu (5/4/2026). [Foto: akun Facebook Marlaf Sucitpo]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260409_094443_Facebook-350x220.jpg)







