DaerahPolitik

Sempat Tegang, Warga Kembali Berhasil Pukul Mundur Ekskavator dari Laut Tapakerbau Sumenep

×

Sempat Tegang, Warga Kembali Berhasil Pukul Mundur Ekskavator dari Laut Tapakerbau Sumenep

Sebarkan artikel ini
Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]
Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Ketegangan kembali terjadi di perairan Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kabupaten Sumenep, hari ini, Kamis (9/4/2026).

Ketegangan ini disebabkan masuknya kembali alat berat berupa ekskavator ke tengah laut untuk melakukan aktivitas pengerukan demi kepentingan reklamasi di tengah proses hukum yang masih berjalan di Polda Jawa Timur.

Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) sebelumnya telah berhasil mengusir paksa ekskavator keluar dari laut Tapakerbau pada Minggu (5/4/2026).

Namun, ekskavator itu hari ini kembali masuk dan beraktivitas. Sehingga, masyarakat di bawah komando Dr. Ahmad Shidiq kembali turun ke laut untuk menghentikan sekaligus menghalau eksavator supaya tidak melanjutkan aksinya dalam membangun tambak garam di atas laut.

Penasihat hukum GEMA AKSI, Marlaf Sucipto menuturkan, ekskavator itu masuk kembali ke perairan Tapakerbau sekitar pukul 09:00 sampai 16.00 WIB, dengan dikawal oleh banyak orang.

“Hari ini (9/4), di antara jam 09:00-16:00 WIB, eksavator kembali masuk laut di dekat Kampung Tapakerbau. Kali ini, pengawalan atas eksavator ini jauh lebih banyak dikawal orang,” kata Marlaf dalam keterangannya, Kamis.

Marlaf mengungkap beberapa nama yang diduga memimpin pengawalan ekskavator untuk melakukan aktivitas pengerukan di laut Tapakerbau.

“Mereka dikomando oleh orang yang terkonfirmasi bernama Vandari, Basit, dan Muhawi. Eksavator kembali digerakkan dari pelabuhan kecil penyeberangan Kalianget-Gersik Putih,” ujarnya.

Pada akhirnya, warga berhasil kembali memukul mundur ekskavator menjauh dari perairan Tapakerbau.

Marlaf pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah ikut andil mengamankan dan menghalau ekskavator keluar dari perairan Tapakerbau.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua elemen, khususnya dari Kepolisian, mulai dari tingkat POLDA JATIM, Polres Sumenep dan Polsek-Polsek, termasuk juga Polairud yang turut andil mengamankan lokasi dan membantu pula menghalau eksavator ke pelabuhan kecil Kalianget-Gersik Putih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Marlaf meminta kepada semua pihak untuk menghormati proses hukum yang masih berjalan di Polda Jatim.

“Untuk semua pihak, khususnya mereka yang terus ngotot ingin membangun tambak garam di atas laut, mari hormati proses hukum. POLDA JATIM melalui Ditreskrimsus Tindak Pidana Korupsi, kini tengah melanjutkan penyidikan yang awalnya ditangani oleh Ditreskrimum Tipid II Hardabangtah, sebagai tindak lanjut dari laporan kami atas dugaan pemalsuan dokumen dan dugaan kejahatan jabatan atas terbitnya SHM-SHM yang dijadikan dasar oleh mereka untuk membangun tambak garam di atas laut,” jelasnya.

Dia juga meminta kepada kepolisian untuk melakukan pencegahan supaya ekskavator tak lagi masuk ke laut.

“Saya memohon kepada negara melalui kepolisian agar berkenan melakukan mitigasi dan/atau melakukan pencegahan supaya laut tak lagi dimasuki eksavator untuk rencana membangun tambak garam. Setidaknya, sampai ada kepastian hukum yang kini sudah di tahap penyidikan POLDA JATIM,” pungkasnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *