JAKARTA, Rilpolitik.com – Tokoh asal Madura, Achsanul Qosasi mendorong pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau di Madura. Dia meyakini, KEK Tembakau akan menjadi obat mujarab untuk memperbaiki perekonomian masyarakat Madura.
Hal itu disampaikan Achsanul Qosasi lewat unggahannya di akun media sosial miliknya, Jumat (10/4/2026).
Ia mengatakan, selama 6 bulan terakhir telah disusun naskah akademik yang melibatkan 5 universitas di Surabaya dan Madura. Hasilnya berupa penelitian tentang Fundamental terbaik dalam memajukan ekonomi Madura.
Menurut Achsanul, Madura memiliki kekayaan alam yang tidak kalah dari daerah lain di Indonesia, yakni tembakau dan garam. Namun, dua komoditas tersebut belum bisa terkelola dengan baik.
Masyarakat Madura, kata dia, akan sangat hormat terhadap siapa pun yang bisa memperbaiki tata niaga dua komoditas tersebut.
“Madura memiliki kekayaan alam yang baik anugerah Allah SWT, sebagaimana Sawit di Sumatera, Batubara di Kalimantan, Nikel di Sulawesi dan Emas di Papua. Sedangkan Madura dianugerahkan Tembakau dan Garam, siapa pun yang bisa membenahi tataniaga ini akan ‘disembah’ oleh rakyat Madura,” ujarnya.
Kini, masyarakat Madura telah menemukan formula untuk memperbaiki perekonomiannya melalui konsep KEK Tembakau agar tidak lagi menjadi bahan olok-olok daerah lain.
“Kami sudah menyusun ‘cara terbaik membenahi ekonomi Madura’, sehingga Madura terhindar dari kata ‘Ilegal, seenak sendiri, merugikan negara’ dlsb. Selama ini kami dijadikan lelucon yang tak lucu. Kami ditertawai, sejujurnya itu menyakitkan,” tegasnya.
Ia menyebut KEK Tembakau sebagai obat mujarab dari negara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Madura.
“KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) adalah obat mujarab dari Negara untuk memperbaiki ekonomi rakyat Madura. Di dalam Naskah Akademik ini sudah lengkap data dan alasan yang disusun melalui FGD, Seminar, Survey, Pemetaan Wilayah, termasuk kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Rakyat Madura,” tuturnya.
Presiden Madura United FC itu berharap pemerintah melihat KEK Tembakau sebagai kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Terlebih, KEK Tembakau telah mendapat persetujuan dari empat kepala daerah di Madura.
“Semoga Negara melihat hal ini sbg kekuatan dlm meningkatkan kesejahteraan rakyat Madura. Karena 4 Pemerintah Daerah (Bupati) sudah menyetujui melalui sebuah usulan dalam wadah KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tembakau Madura,” harap dia.
“Kami mau berbenah, kami juga ingin maju sebagaimana saudara-saudara kami di Daerah lain. Salam Silaturrahim dari Madura,” tutup Achsanul.
Sebagai informasi, Naskah Akademik KEK Tembakau itu disusun oleh Komunitas Muda Madura (KAMURA). Naskah akademik ini disusun secara serius dan berbasis data, melalui survei lapangan, wawancara mendalam, serta pemetaan skema bisnis dan rantai nilai industri tembakau.
(Faw/rilpolitik)






![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)
![Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) mengusir paksa ekskavator yang melakukan aktivitas pengerukan di laut Kampung Tapakerbau pada Minggu (5/4/2026). [Foto: akun Facebook Marlaf Sucitpo]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260409_094443_Facebook-350x220.jpg)


![Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. [Foto: Instagram Said Abdullah]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250521-WA0003-350x220.jpg)





![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-180x130.jpg)