NasionalPolitik

Kutuk Penyerangan Aktivis KontraS, Senior LP3ES: Pembungkaman Tak Dapat Dibenarkan dalam Demokrasi

×

Kutuk Penyerangan Aktivis KontraS, Senior LP3ES: Pembungkaman Tak Dapat Dibenarkan dalam Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Thamrin Amal Tomagola.
Thamrin Amal Tomagola.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Dewan Senior Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Thamrin Amal Tomagola mengutuk keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menilai penyiraman tersebut sebagai bentuk upaya pembungkaman terhadap aktivis.

Pernyataan tersebut disampaikan Thamrin dalam sebuah podcast yang digelar LP3ES di kantornya, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

“Kami mengutuk keras peristiwa penyiraman terhadap aktivis pembela HAM. Serangan ini menjadi alarm pembungkaman terhadap aktivis,” kata Thamrin.

Ia menegaskan pembungkaman terhadap aktivis tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. “Apa pun alasannya, pembungkaman dalam demokrasi tak dapat dibenarkan,” ucap dia.

Namun, Thamrin mengingatkan publik untuk tidak terlalu cepat menuduh pihak tertentu sebagai pelaku kekerasan. Menurutnya, setiap peristiwa harus dipahami secara kontekstual.

“Jadi jangan dulu cepet-cepet nuduh ke satu pihak yang lain. Cari informasi dulu dan telusuri dulu kira-kira dalangnya siapa,” ujar dia.

Thamrin kembali menegaskan bahwa kekerasan dalam demokrasi tidak dapat dibenarkan. “Jelas ya, kekerasan tidak dibolehkan dalam demokrasi masyarakat sipil,” tegasnya.

Dia mengatakan, demokrasi harus ditempuh dengan jalan damai. Kontestasi dalam demokrasi tidak boleh disertai dengan kekerasan.

“Karena dalam demokrasi, kekerasan itu dibungkam oleh sistem demokrasi. Dia memungkinkan kontestasi tapi tanpa kekerasan,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti senior LP3ES Nur Iman Subono juga menyatakan bahwa penyerangan terhadap aktivis dan pejuang HAM merupakan upaya pembungkaman, sehingga harus dikutuk.

“Kita semua sepakat, kita mengutuk keras lah. Di sisi lain, kita juga sadar pola-pola seperti ini memang bagian dari cara-cara teror,” ujarnya.

Seperti halnya Thamrin, Subono juga mengingatkan publik untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan terkait aktor penyerangan.

Ia sendiri percaya dengan kemampuan masyarakat sipil dalam bersikap.

“Jangan terlalu cepat-cepat kita mengambil keputusan dan menuduh satu pihak. Usulan Pak Tamrin, kita cermati dulu, dalam konteks apa (serangan) ini. Ada konteks dalam situasi politik yang tidak kondusif. Ada juga yang ingin mendorong ini. Jadi jangan kita masuk di dalam gendang mereka. Saya kira teman-teman civil society lebih cerdas dalam hal itu, ujarnya.

Terakhir, Subono berharap anak muda untuk tetap semangat memperjuangkan demokrasi menjadi lebih baik.

“Buat teman-teman yang muda, tetap semangat. Kita yang sudah tua-tua ini selalu melihat anda sebagai aset masa depan demokrasi ini lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *