DaerahSerba-serbi

Peserta Reuni Lintas Generasi Padati Kompleks Miftahul Ihsan

×

Peserta Reuni Lintas Generasi Padati Kompleks Miftahul Ihsan

Sebarkan artikel ini
Istighasah dan Reuni Alumni Lintas Generasi Pondok Pesantren Miftahul Ihsan, Jumat (4/4/2025).

SUMENEP, Rilpolitik.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ihsan melalui Ikatan Alumni Santri Miftahul Ihsan Al Maarif Plus (IKSMA) menggelar acara Istighasah dan Reuni Lintas Generasi di momen Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2025 pada Jumat (4/4/2025).

Pantauan rilpolitik.com di lokasi, peserta reuni tampak memadati Kompleks Ponpes Miftahul Ihsan yang berlokasi di Jalan KH Fathullah Nomor 99, Desa Errabu, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kegiatan yang dihadiri para alumni generasi tua dan muda itu diawali dengan Istighasah yang dipimpin langsung Pengasuh Ponpes Miftahul Ihsan, Kiai Abbasi Rahman. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan testimoni alumni.

Acara ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali silaturrahmi dengan para kiai, dewan pengasuh, guru, juga antar alumni untuk mengenang kebersamaan dalam bingkai pendidikan pesantren.

Kiai Abbasi dalam ceramahnya mengingatkan seluruh alumni untuk tidak pernah memutuskan hubungan dengan para guru serta anak keturunannya apapun kondisinya.

“Jangan sampai putus hubungan dengan guru serta keturunannnya,” kata Kiai Abbasi, Jumat (4/4/2025).

“Ada banyak barokah dari guru yang tidak bisa dihitung,” lanjutnya.

Dia berharap para alumni dan guru di akhirat nanti bisa kembali berkumpul dalam kebahagiaan.

“Semoga tetap diakui santri sampai akhirat. Semoga tidak hanya berkumpul di dunia, tetapi juga di akhirat,” ujar Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah dan Sidogiri itu.

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah (MA) Al Maarif Plus, Kiai Bahrudin menyampaikan tentang pentingnya ilmu pengetahuan. Menurut dia, ilmu pengetahuan bisa menjadi taming yang dapat menjaga diri dari keburukan.

“Ilmu pengetahuan akan jadi taming yang menjaga kita dari keburukan. Orang tak punya uang, tapi punya ilmu pengetahuan akan menjaga diri dari mencuri, misalnya,” ujar mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta itu.

Sebab itu, ia mendorong lulusan Miftahul Ihsan untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun, ia mewanti-wanti agar jangan sampai melanjutkan ke lembaga yang secara ideologi berbeda.

“Banyak pesantren yang cara praktik ubudiyah sehari-hari berbeda. Kita berkiblat pada Ponpes Annuqayah, Sumber Mas, Sidogiri, dan Lirboyo,” ungkapnya.

“Kami menjaga para alumni melanjutkan pendikan yang secara ideologi berbeda,” sambungnya.

Ketua panitia pelaksana, Aziz Fadly menyampaikan apreasiasi dan terima kasih atas antusiasme para alumni menghadiri acara reuni yang biasa digelar setahun sekali.

“Saya terus terang sangat bangga dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian para alumni hadir dalam acara ini,” kata Aziz.

“Saya juga berharap teman-teman yang belum bisa hadir tahun ini, semoga tahun depan bisa berjumpa dalam acara yang sama di tahun depan,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar para alumni yang berada di kepulauan dan perantuan untuk tetap kompak.

“Teruntuk teman-teman dari Kepulauan seperti Gili dan Kangean, serta teman-teman alumni yang berada di perantauan tetap jaga kekompakan dan doakan yang terbaik untuk lembaga, guru, dan juga alumni sscara umum,”

Sebagai informasi, kegiatan Istighasah dan Reuni Lintas Generasi ini juga dihadiri para pengasuh dan jajaran pengurus yayasan serta para guru di lingkungan Miftahul Ihsan. Di antaranya, Kiai Abbasi Rahman, Kiai Bahrudin, , Kiai Fathurrahman, Kiai Sale, Ustadz Suhri Zain, dan lain-lain.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *