SUMENEP, Rilpolitik.com – Masyarakat Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan, serius meminta pertanggungjawaban kadesnya bernama Arsan perihal penggunaan Dana Desa (Dandes) tahun anggaran 2024.
Sebelumnya, warga yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Kangayan (AMPK) melaporkan Arsan atas dugaan korupsi Dandes tahun 2024 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep pada Jumat (14/3/2025).
Mereka menduga banyak proyek yang bersumber dari Dandes 2024 tidak dikerjakan oleh Arsan. Atau dikerjakan, tetapi tidak sesuai spesifikasi.
Usai membuat laporan dugaan korupsi, AMPK langsung bersurat ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, meminta agar Dandes tahun 2025 untuk Desa Kangayan tidak dicairkan terlebih dahulu selama Arsan belum merealisasikan anggaran tahun 2024 sesuai APBDes.
Koordinator AMPK, Pongli mangaku sudah menyampaikan data-data anggaran yang tidak direalisasikan oleh Arsan ke DPMD Sumenep. Ia berharap data tersebut jadi dasar DPMD menyetop sementara pencairan Dandes untuk Desa Kangayan.
“Kami meminta kepada pihak DPMD Kabupaten Sumenep untuk tidak mencairkan terlebih dahulu anggaran yang 2025 selama anggaran 2024 yang kami sampaikan itu, yang kami adukan ke DPMD diselesaikan dulu oleh Arsan,” kata Pongki kepada rilpolitik.com pada Jumat (14/3/2025).
Pongli mengatakan pencairan Dandes 2025 untuk Desa Kangayan perlu dihentikan sementara supaya tidak tumpang tindih, mengingat anggaran tahun 2024 yang belum direalisasikan oleh Kades Arsan.
“Kalau nanti dicairkan anggaran itu maka akan tumpang tindih. Yang 2024 tidak dikerjakan, turun 2025 akan dipakai untuk ngerjakan yang 2024. Nanti 2025 lagi yang tidak selesai,” tutup dia.
(Ah/rilpolitik)







![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)
![Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) mengusir paksa ekskavator yang melakukan aktivitas pengerukan di laut Kampung Tapakerbau pada Minggu (5/4/2026). [Foto: akun Facebook Marlaf Sucitpo]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260409_094443_Facebook-350x220.jpg)







