JAKARTA, Rilpolitik.com – Politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli menyoroti kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis beberapa waktu lalu. Dia mempertanyakan alasan Prabowo datang lebih awal, yakni dua hari sebelum pertemuan resmi dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
“Presiden Prabowo tiba di Paris pada Selasa pagi, sementara pertemuan puncak dengan Presiden Macron baru berlangsung hari Kamis. Dua hari di antaranya hanya diisi salat Idul Adha dan silaturrahmi dengan diaspora Indonesia di Paris,” kata Guntur lewat unggahannya di akun media sosial miliknya, dikutip Minggu (31/5/2026).
Guntur mengatakan, publik berhak tahu agenda lengkap Prabowo selama di Prancis. Sebab, kunjungan tersebut dibiayai menggunakan dana APBN.
“Sebagai rakyat pembayar pajak kita berhak dong menuntut transparansi penuh atas penggunaan anggaran negara,” ujarnya.
Guntur mengutip temuan Tempo terkait tarif kamar Prabowo bersama rombongan yang disebut mencapai Rp5,8 miliar.
“Ini tarif kamar saja, belum biaya yang lain-lain yang seabrek-abrek itu. Semakin lama durasi kunjungan, maka semakin besar pula pengeluaran negara,” ungkapnya.
Sebab itu, Guntur mempertanyakan alasan Prabowo yang terkesan buru-buru berangkat ke Perancis. Padahal, kata dia, kunjungan Prabowo ke Perancis bukan sekali ini saja selama menjabat Presiden.
“Pertemuan hari Kamis sudah buru-buru datang dua hari sebelumnya. Ada apa ini? Padahal ini sudah kunjungan ke-4 Presiden Prabowo Prancis sejak menjabat: Juli 2025, Januari, April, dan Mei 2026. Bapak Prabowo sendiri mengakui sudah tiga kali ke Prancis di tahun 2026. Kalau disimpulkan Bulan April ke Prancis, ini bulan Mei bisa disebut sudah tiap bulan Pak Prabowo ke Prancis. Dan total perjalanan Pak Prabowo ke luar negeri sudah 50 kali dalam 19 bulan,” kata dia.
Guntur menilai apa yang dilakukan Prabowo kontradiktif dengan pidato-pidatonya selama ini yang selalu berbicara efisiensi anggaran.
“Sementara Prabowo sering bicara soal efisiensi. Tetapi fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Waktu dan anggran terkesan pemborosan,” ucapnya.
Guntur menyayangkan kunjungan Prabowo ke luar negeri saat kondisi ekonomi dalam negeri morat-marit. Sementara, menurut dia, belum ada hasil nyata yang terlihat dari kunjugan tersebut.
“Saat rupiah terus terpuruk, IHSG ambruk, dan dolar semakin perkasa, Presiden malah meninggalkan tanah air saat Idul Adha. Meninggalkan program sapi kurban APBN 1.098 ekor dengan anggaran Rp100 miliar yang menuai kontroversi. Hasil kunjungan sebelum ini yang dipamerkan juga masih didominasi MoU dan Letter of Intent, belum terlihat investasi riil yang nyata,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa rakyat tidak anti diplomasi. Rakyat hanya butuh transparansi dan anti pemborosan.
“Rakyat tidak anti diplomasi, rakyat anti pemborosan dan kurangnya akuntabilitas dan transparansi. Ingat, transparansi bukan permintaan, melainkan kewajiban,” pungkas Guntur.
Diketahui, Prabowo terbang ke Prancis dan tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa (26/05/2026), sekitar pukul 10.00 waktu setempat setelah menempuh 16 jam penerbangan.
(War/rilpolitik)


![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-350x220.jpg)









![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-180x130.jpg)



