EkonomiNasional

Mentan Sebut Menguatnya Dolar AS Justru Tingkatkan Pendapatan Petani

×

Mentan Sebut Menguatnya Dolar AS Justru Tingkatkan Pendapatan Petani

Sebarkan artikel ini
Amran Sulaiman.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir menyentuh level Rp17.700 justru menjadi berkah bagi petani.

Menurut dia, menguatnya dolar AS justru mendorong kenaikan nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia dan meningkatkan pendapatan pertani.

Meski begitu, kata dia, dampak pelemahan rupiah terasa pada sejumlah komoditas impor seperti bawang putih dan kedelai yang harganya menjadi lebih mahal.

Hal itu menunjukkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tidak sepenuhnya berdampak buruk bagi masyarakat.

“Setiap ada krisis atau kondisi apa pun pasti ada plus minus. Sekarang tinggal bagaimana kecerdasan kita memanfaatkan situasi ini,” kata Amran dalam konferensi pers, Selasa (19/5/2026).

Amran membeberkan data ekspor dan impor Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Kata dia, nilai ekspor pertanian Indonesia naik Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa sektor pertanian domestik justru memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah.

Amran lalu menjelaskan peningkatan ekspor itu terjadi karena petani terdorong meningkatkan produktivitas ketika harga komoditas menguntungkan. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat petani lebih serius menjaga tanaman, penggunaan pupuk, hingga pengendalian hama.

“Petani sederhana, karena ini menguntungkan, tanamannya dipupuk dengan baik, dipelihara dengan baik, hamanya dijaga dengan baik, airnya dijaga dengan baik,” ujarnya.

Amran kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa kenaikan dolar AS tidak berdampak terhadap masyarakat desa.

“Inilah yang dimaksud Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bahwa ada dampaknya, iya. Tetapi dampak positifnya di desa, khususnya petani, jauh lebih tinggi,” ujarnya.

“BBM subsidi tidak naik, pupuk turun. Itulah yang dimaksud Bapak Presiden,” tambahnya.

Baca juga:  Purbaya Sebut Pernyataan Prabowo Soal Orang Desa Tak Pakai Dolar Hanya Hiburan

Meski demikian, Amran mengakui pelemahan rupiah tetap bisa memberi tekanan pada bahan pangan impor seperti kedelai yang menjadi bahan baku tahu dan tempe. Namun, ia menilai dampaknya terhadap konsumsi masyarakat relatif kecil dibanding komoditas lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *