NasionalSerba-serbi

Achsanul Qosasi: Film FOUFO Tonggak Baru Representasi Madura di Sinema Nasional

×

Achsanul Qosasi: Film FOUFO Tonggak Baru Representasi Madura di Sinema Nasional

Sebarkan artikel ini
Nonton bareng Gala Premiere FOUFO di Epicentrum, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Nonton bareng Gala Premiere FOUFO di Epicentrum, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

JAKARTA, Rilpolitik.com – Tokoh Madura sekaligus Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap film FOUFO seusai mengikuti nonton bareng dalam Gala Premiere di Epicentrum, Jakarta, Sabtu (3/6/2026). Menurut Achsanul, film komedi fiksi ilmiah garapan sutradara Bayu Skak itu bukan sekadar tontonan, melainkan tonggak bagi cara Madura hadir di layar nasional.

FOUFO menempatkan budaya Madura sebagai denyut utama cerita. Sekitar 70 persen dialognya berbahasa Madura — pertama kali untuk sebuah film nasional — dan mayoritas pemainnya adalah talenta asli Madura hasil open casting di Surabaya Utara yang diikuti sekitar 2.500 peserta. Film ini mengisahkan Muslim, seorang pengepul rongsok di Kampung Rombeng yang berjuang melunasi biaya keberangkatan haji ibunya, lalu hidupnya berubah ketika menemukan alien kecil bernama Foufo di reruntuhan UFO.

“Malam ini layar bercerita tentang kita. FOUFO menaruh bahasa Madura di jantung film nasional — bukan tempelan, bukan bumbu, melainkan denyut utama cerita. Untuk pertama kalinya, anak-anak Madura mendengar bahasa ibunya berbicara dari layar bioskop dengan bangga,” kata Achsanul.

Dalam kesempatan itu, Achsanul juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang sejak tahap awal produksi memberikan dukungan nyata terhadap film ini. Kementerian Ekonomi Kreatif menilai FOUFO sebagai proyek visioner sekaligus katalisator ekonomi kreatif daerah, karena memadukan sejumlah subsektor sekaligus — animasi, teknologi, kuliner, hingga jenama lokal — dan berpotensi membuka lapangan kerja baru di daerah.

“Terima kasih kepada Pak Menteri Teuku Riefky Harsya atas dukungan yang nyata. Ini bukti bahwa negara hadir ketika daerah berkarya,” kata Achsanul. “Dan ini baru awal. Dari satu film akan lahir film-film lain — dari satu keberanian akan tumbuh keberanian yang lain. FOUFO membuka pintu, dan tugas kita menjaga pintu itu tetap terbuka,” ujarnya.

Bagi Achsanul, kekuatan FOUFO terletak pada keseimbangan antara hiburan dan makna. Ia menilai film ini berhasil membungkus persoalan serius — kemiskinan, bakti kepada orang tua, dan iman — dalam balutan komedi yang ringan dan hangat. Ke depan, ia berharap pendekatan itu terus berkembang.

“FOUFO adalah komedi yang dibumbui substansi. Suatu hari nanti, kita berharap lahir karya sebaliknya — substansi yang dibumbui komedi,” ucapnya.

“Karena tertawa dan berpikir tidak pernah bertentangan. Keduanya bisa berjalan beriringan di dalam satu cerita,” imbuh dia.

Achsanul turut mengajak agar representasi Madura di layar terus diperkaya. Selama ini, kata dia, Madura kerap ditampilkan sebatas besi tua dan sate. Padahal wajah Madura, menurutnya, jauh lebih luas dan berlapis dari itu.

“Madura bukan hanya besi tua dan sate. Ada pengusaha Madura, ada kiai Madura, ada pahlawan-pahlawan dari Madura yang layak diceritakan,” tegasnya. “Semua wajah itu menunggu gilirannya untuk hadir di layar. FOUFO adalah pembuka jalan — bukan titik akhir,” jelas Achsanul.

Sebagai Presiden Madura United, Achsanul mengatakan semangat yang ia lihat di layar adalah semangat yang sama yang ia rawat di lapangan hijau: loyalitas, kerja keras, dan pantang menyerah. Baginya, sepak bola dan film sama-sama panggung tempat Madura membuktikan diri kepada Indonesia.

Di atas segalanya, Achsanul berharap FOUFO menjadi jembatan yang membawa Madura ke tempat yang semestinya — dikenal, dihargai, dan disegani.

“Di atas segalanya, semoga film ini membawa Madura naik kelas — dikenal bukan karena stereotipnya, tetapi karena martabatnya,” pungkas Achsanul. “Dari Madura, untuk Indonesia,” kata dia.

FOUFO diproduksi oleh Skak Studios bersama SinemArt dan dibintangi antara lain oleh Tretan Muslim, Bayu Skak, Benidictus Siregar, Habib Ja’far, Fuad Sasmita, Mieke Shahir, Siti Kamariyah, dan Inayah Wahid, dengan pengisi suara alien Foufo, Ade Kurniawan. Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *