SUMENEP, Rilpolitik.com – Gelombang pasang menghantam rumah warga di pesisir Pulau Mamburit, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Hal itu diungkap oleh aktivis muda Mamburit, Yusuf Sugianto. Dia menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/12/2024) malam sekira pukul 23.00 WIB.
Yusuf mengatakan, rumah yang terletak di Dusun Cemara itu merupakan milik dari Bapak Sakanda (47). Menurut Yusuf, sang pemilik rumah sedang tidur saat ombak menghantamnya.
Berdasarkan foto dan video yang dikirim ke rilpolitik.com, tampak dinding bagian belakang rumah tersebut jebol dan menghadap langsung ke laut.
“Beruntung orangnya selamat. Saat kejadian mereka sudah pada tidur. Itu kejadiannya sekitar jam 11-an malem. Jadi memang di jam tidur,” kata Yusuf ke rilpolitik.com pada Sabtu (21/12/2024).
Kondisi demikian, kata Yusuf, memaksa penghuninya tidur di luar rumah lantaran khawatir kejadian serupa terulang.
Hingga kini, lanjut Yusuf, rumah yang jebol dihantam ombak itu belum juga diperbaiki oleh pemiliknya.
“Belom diperbaiki. Masih berlubang begitu menghadap ke laut,” tuturnya.
Minta Pemkab Sumenep Bangun Tangkis Laut
Lebih lanjut, Yusuf mengatakan masyarakat Pulau Mamburit di musim gelombang tinggi ini membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Ia berharap pemerintah membangun tangkis laut agar ombak besar tak langsung menghantam rumah warga.
“Ini demi keselamatan masyarakat Mamburit. Kita ini masih bagian dari Sumenep. Jadi kami mohon kepada Pemkab Sumenep untuk perhatikan nasib kami, warga Kepulauan Mamburit,” ucap Yusuf.

Kini, kata Yusuf, masyakarat setempat bergotong royong membuat tangkis laut seadanya dengan menggunakan kayu.
“Ini (tangkis laut pakai kayu) bentuk frustasi kami yang tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah untuk bisa mendapatkan tangkis laut. Ini sebenarnya nggak ada gunanya. Kalau cuma pakai kayu kecil gitu, ada ombak dikit hanyut semua,” ujarnya.
Alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ihsan Bluto itu menyampaikan, masyarakat Mamburit terus diselimuti rasa was-was selama belum ada tangkis laut.
“Hidup kami tak tenang kalau begini. Kondisi air laut terus mendekat pemukiman warga,” tuturnya.
Sebab itu, Yusuf meminta Pemkab Sumenep untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakatnya.
“Kasih kami perlindungan. Buatkan kami tangkis laut agar kami tak lagi hidup dalam kekhawatiran,” pungkasnya.
Sebelumnya, Yusuf sudah pernah menyampaikan keinginannya agar Pulau Mamburit bisa mendapatkan bantuan tangkis laut dari Pemkab Sumenep.
Kini, gelombang air laut semakin tinggi, namun tak kunjung ada tindakan apapun dari pemerintah untuk melindungi warganya.
(Ah/rilpolitik)






![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-180x130.jpg)