DaerahHukum

Sulaisi Beberkan Lokasi Proyek Upland di Sumenep yang Diduga Dikorupsi, Segera Buat Laporan ke APH

10664
×

Sulaisi Beberkan Lokasi Proyek Upland di Sumenep yang Diduga Dikorupsi, Segera Buat Laporan ke APH

Sebarkan artikel ini
Sulaisi Abdurrazaq. [Istimewa]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Advokat Jawa Timur, Sulaisi Abdurrazaq belum lama ini membongkar adanya dugaan korupsi dalam proyek Upland di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dia menduga ada penyimpangan dalam realisasi program yang berasal dari dana hibah pemerintah pusat senilai Rp 52,8 miliar itu.

Pernyataan tersebut mengundang pertanyaan netizen terkait lokasi proyek Upland yang diduga dikorupsi. Sebab, di beberapa lokasi, proyek tersebut justru dinilai berjalan.

Menjawab pertanyaan itu, Sulaisi kemudian mengungkap lokasi proyek Upland yang diduga dikorupsi. Sumbernya adalah dokumen Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 75 Tahun 2021.

Hal itu disampaikan Sulaisi melalui keterangan videonya yang diunggah ke platform media sosial Tiktok seperti rilpolitik.com lihat pada Kamis (4/3/2024).

Redaksi rilpolitik.com sudah mendapatkan izin dari pria yang merupakan Ketua Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jawa Timur itu untuk mengutip pernyataanya.

Dari dokumen PPAS itu, Sulaisi menemukan adanya kejanggalan dalam penyaluran dana hibah proyek Upland ke petani bawang merah, khususnya di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

Dalam dokumen tersebut, jelas Sulaisi, tidak disebutkan kelompok tani (Poktan) yang mendapatkan dana hibah. Dana hibah proyek Upland yang digelontorkan untuk desa Basoka ini cukup besar, yakni mancapai Rp 4.420.000.000.

“Jadi kalau Upland ini, dia hanya menyebutkan itu penerimanya itu hibah sarana prasarana bawang merah. Ini Desa Basoka Kecamatan Rubaru. Ini khusus untuk yang di Desa Basoka ya, ini Rp 4.420.000.000. Ini khusus untuk Upland ini. Ini tidak disebutkan Poktan yang mana yang dapat, ini nggak ada,” beber Sulaisi.

Sulaisi kemudian menyandingkan dokumen PPAS itu dengan Perbup Nomor 75 Tahun 2021. Di situ, kata Sulaisi, juga tidak disebutkan Poktan penerima hibah proyek Upland di Desa Basoka.

Baca juga:  Ucapan Selamat Bernada Sarkas dari Pengamat ke Bupati Fauzi Usai Raih Gelar Doktor

“Coba cek di Perbup Nomor 75 Tahun 2021, ini sama. Jadi di Perbub ini juga, sama nih tidak disebutkan penerimanya tuh Poktan apa,” ungkapnya.

Hal ini, kata Sulaisi, berbeda dengan penerima hibah proyek Upland di lokasi lain yang disebutkan secara jelas nama Poktan beserta dengan alamatnya.

“Nah itu, salah satu proses lah ya yang berbeda misalnya dengan yang lain,” ucapnya.

“Kita coba buka yang lain misalnya, belanja hibah barang kepada badan dan lembaga nirlaba sukarela dan sosial yang telah memiliki surat keterangan terdaftar hand traktor misalnya, disebutin tuh penerimanya Poktan Sportif, KWT Mawar Indah, alamatnya di mana. Jadi jelas dia penerimanya,” sambung dia.

Lebih lanjut, mantan aktivis HMI Madura itu menyebut potensi korupsi proyek Upland ini sebenarnya sudah terlihat sejak proses budgeting.

“Khusus untuk Upland ini memang bagi saya ada potensi korupsi yang sejak awal, sejak proses budgeting,” ujarnya.

Dugaan korupsi proyek ini semakin menguat, kata Sulaisi, dibuktikan dengan adanya pemberitaan salah satu media online pada 11 Maret 2022, yang mengungkap bahwa panen raya bawang merah di Desa Basoka adalah hoax.

Di berita tersebut, beber Sulaisi, lokasi yang menjadi tempat panen raya bukan milik anggota kelompok tani Desa Basoka. Bahkan, bawang merah yang dipanen Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Kepala Dinas Pertanian saat itu, Arif Firmanto juga bukan berasal dari bibit bantuan yang diberikan Pemkab Sumenep melalui Dinas Pertanian.

“Ini pengakuan mereka (petani). Jadi banyak hal lah ya di beberapa berita. Tapi itu berita. Kemudian begitu kita cek dengan dimulai sejak budgeting, ini (proyek Upland) sejak budgeting memang bermasalah. Jadi kita cek di PPAS, kemudian kita cek di Perbup misalnya, kemudian kita cek di APBD nya begitu. Nah, khusus untuk Upland ini penerimanya nggak jelas. Ya ini Poktan yang mana penerimanya. Nah gitu,” urai dia.

Baca juga:  Ucapan Selamat Bernada Sarkas dari Pengamat ke Bupati Fauzi Usai Raih Gelar Doktor

“Jadi ini bagi saya dugaan korupsinya itu terjadi sejak proses budgeting, itu perspektif saya,” imbuhnya.

Segera Buat Laporan

Sulaisi mengatakan akan segera melaporkan dugaan korupsi ini ke aparat penegak hukum (APH) dengan membawa segala alat bukti yang sudah dikantonginya.

“Saya akan coba segera masukkan laporannya besok dengan alat bukti yang kami terima, termasuk di PPAS, termasuk Perbup, termasuk di APBD, termasuk eksekusinya, termasuk berita-berita yang viral, termasuk saksi-saksi begitu yang pada saat setelah panen yang kemudian viral itu,” tuturnya.

Sulaisi juga menyampaikan akan mengkoordinasikan sejumlah saksi untuk bisa memberikan keterangannya ke penyidik agar kasus ini menjadi clear.

“Teman-teman melakukan investigasi, saksi-saksi di sana akan coba kita koordinasi dalam rangka memberi keterangan di aparat penegak hukum supaya ini bisa dilakukan langkah konkrit untuk melakukan penyelidikan terhadap proses realisasi program ini sesungguhnya, Ini benar-benar terjadi penyimpangan atau tidak. Ini baru akan ketahuan begitu aparat penegak hukum sudah melangkah,” pungkas Sulaisi.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *