SUMENEP, Rilpolitik.com – Pengamat politik Universitas Wiraraja Sumenep, Wildan Rosaili berbicara terkait potensi terjadinya calon tunggal di Pilkada Sumenep 2024. Dia mengatakan calon tunggal memang tidak haram, tetapi tidak sehat bagi demokrasi.
“Calon tunggal tidak haram namun tidak sehat dalam pemilu yang demokrasi. Karena pemilu demokratis dicirikan dengan kompetisi kompetensi, ide dan gagasan,” kata Wildan saat dihubungi rilpolitik.com pada Senin (22/7/2024).
Menurut Wildan, jika melihat prestasi dan kompetensi petahana saat ini, Pilkada Sumenep masih sangat terbuka dengan adanya kandidat lain yang lebih baik sebagai pesaing calon petahana, Achmad Fauzi.
Bahkan, katanya, hampir mustahil di Sumenep ada kotak kosong jika melihat rekam jejak dari petahana yang merupakan politikus PDI Perjuangan itu.
“Jika melihat dalam idealisme kompetisi Sumenep hampir tidak mungkin untuk calon tunggal mengingat kompetensi dan prestasi petahana yang dibuktikan dengan kepuasan publik, pemerataan pembangunan, elektabilitas sangat membuka ruang untuk calon terbaik lainnya,” ujarnya.
Namun, kata dia, ada faktor lain yang memungkinkan petahana Achmad Fauzi tak punya lawan dalam kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Sumenep 27 November mendatang.
Faktor lain tersebut adalah adanya kekuatan elite politik di belakang Achmad Fauzi yang mampu bernegosiasi dengan partai politik (parpol) lain di tingkat pusat sehingga bisa mengarahkan rekomendasi dukungan ke petahana.
“Jika dilihat dari kemampuan elite yang mengakomodasi pencalonan petahana sangat mungkin untuk calon tunggal. Punya modalitas elite yang kuat, struktur politik PDIP tersambung kekuatannya dari lokal (Sumenep) hingga DPP yang lebih leluasa melakukan diplomasi elite untuk membulatkan rekomendasi partai ke petahana,” kata dia.
Diketahui, satu-satunya figur yang hampir bisa dipastikan maju Pilkada Sumenep 2024 baru Achmad Fauzi. Suami Nia Kurnia itu saat ini setidaknya sudah mengantongi dua surat tugas untuk maju Pilkada Sumenep, yakni PDIP dan PAN.
Meski baru mendapat rekom dari dua parpol, tetapi peluang Achmad Fauzi menjadi calon tunggal sangat terbuka.
Hal itu pernah diungkap Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono. Dia mengatakan PDIP terus mengupayakan calon tunggal di beberapa daerah pada Pilkada Serentak 2024.
Pria yang akrab disapa Kanang itu menyebut sudah ada dua daerah yang kadernya berpotensi menjadi calon tunggal atau melawan kotak kosong pada Pilkada 2024. Kedua daerah tersebut adalah Sumenep dan Ngawi.
“Calon tunggal Insyaallah Ngawi, Sumenep, dan beberapa daerah kita usahakan supaya tidak ada pertarungan lah,” kata Kanang kepada wartawan di Surabaya, Selasa (11/6/2024).
Sebagai informasi, sesuai jadwal tahapan Pilkada Serentak 2024 yang ditetapkan KPU RI, pendaftaran pasangan calon dari partai politik (parpol) akan berlangsung pada 27-29 Agustus 2024. Sementara pelaksanaan pencoblosan adalah 27 November 2024.
(Ah/rilpolitik)










![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)





