DaerahHukum

Massa Aksi Bawa Poster Sindiran: Polres Sumenep Kantor Cabang Kepentingan Elite

×

Massa Aksi Bawa Poster Sindiran: Polres Sumenep Kantor Cabang Kepentingan Elite

Sebarkan artikel ini
Poster massa aksi dari Aliansi Masyarakat Peduli Sumenep menuntut pencopotan Kasatreskrim Sumenep pada Kamis (7/8/2025). [Foto: ah/rilpolitikcom]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Dugaan aliran duit haram Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ke oknum Polres Sumenep terus membara dan menjadi bola panas yang menggelinding liar.

Hari ini, Kamis (7/8/2025), sekelompok massa dari Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli (AMSP) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Mapolres Sumenep, Pabian, Kota Sumenep.

Mereka menuntut agar dugaan aliran duit pengamanan kasus BSPS ke oknum penyidik di Unit Tipikor Satreskrim Polres Sumenep itu diusut tuntas dengan mencopot Kasatreskrim AKP Agus Rusdianto dari jabatannya.

Pantauan rilpolitik.com di lokasi, massa datang dengan membawa sejumlah poster berisi tulisan aspirasi mereka ke Polres Sumenep. Poster itu kemudian diletakkan di atas jalan raya, tempat aksi demonstrasi digelar.

Salah satu poster berisi sindiran yang cukup menohok dengan menyebut Polres Sumenep sebagai Kantor Cabang Kepentingan Elite. “Polres Sumenep Kantor Cabang Kepentingan Elite,” demikian bunyi tulisan pada salah satu poster tersebut.

Tak hanya itu, ada juga poster yang menyebut Kasatreskrim Polres Sumenep menukar kasus besar dengan uang. “Kasat Reskrim, kasus kecil dibesar-besarkan. Kasus besar ditukar uang,” tulisnya.

Poster massa aksi dari Aliansi Masyarakat Peduli Sumenep menuntut pencopotan Kasatreskrim Sumenep pada Kamis (7/8/2025). [Foto: ah/rilpolitikcom]
Koordinator AMSP, Nurahmat menyebut dugaan aliran duit haram BSPS ke oknum Polres Sumenep bukan satu-satunya kasus. Menurutnya, banyak kasus dugaan korupsi yang dilaporkan ke Polres Sumenep justru menguap begitu saja. Salah satu contohnya, kata dia, kasus Bank Jatim dengan kerugian Rp20 juta dan kasus tunjangan profesi guru yang sudah dilaporkan sejak 2023.

“Ini hanya contoh kecil, masih banyak kasus-kasus yang lain. Apa ini Polres atau tempat penyimpanan berkas mati? Apa tugas Reskrim: menyelidiki atau menutupi?” kata Nurahmat.

Dalam rilis medianya, AMSP juga menyebut oknum Polres Sumenep melindungi bisnis haram seperti galian C ilegal, BBM ilegal, hingga rokok ilegal, serta disebut menerima setoran rutin tiap bulan dari beberapa pihak.

“Ada nama-nama seperti Kades K, setor Rp25 juta per bulan. Ada HY Batu Putih? Rp15 juta per bulan ! Semua melalui satu pintu: oknum Resmob berinisial D. Apakah ini Polres atau kantor kas mafia?” kata AMPS dalam rilisnya.

AMSP menuding Polres Sumenep telah menjadi Kantor Kepentingan Elite. Hal itu, kata dia, yang menyebabkan transaksi gelap di Polres Sumenep terus terjadi.

“Apa yang menyebabkan transaksi gelap bertahun-tahun tak pernah berhenti? Apa yang membuat laporan-lporan korupsi mandek? Apa yang menyebabkan pelanggaran hukum justru diamankan? Jawabannya hanya satu: Karena Polres Sumenep hari ini, sudah menjadi Kantor Cabang Kepentingan Elite!” kata AMSP.

“Elite siapa? Tentunya bukan hanya elite politik, tetapi juga para elite yang punya uang,” imbuhnya.

Bahkan, AMSP mengungkap penunjukan AKP Agus Rusdianto sebagai Kasatreskrim Polres Sumenep berkat kekuatan elite politik nasional.

“Kami punya Informasi: Kasatreskrim saat ini menjabat lewat pintu elite politik nasional. Tidak usah kami sebut namanya, karena semua orang tahu ke arah mana jari ini menunjuk,” ujarnya.

“Ini bukan HOAX, itu Pengakuan yang disampaikan langsung oleh Kasatreskrim sendiri,” imbuhnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *