JAKARTA, Rilpolitik.com – Ramai di media sosial konten yang menyertakan foto Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, yang seolah-olah memberikan klarifiksi terkait isu ijazah milik ahli digital forensik Indonesia, Rismon Sianipar.
Konten tersebut disebar banyak akun diduga para pendukung Jokowi. Dalam kontennya, Dubes Masaki seolah-olah akan melaporkan isu ijazah palsu milik Rismon ke pihak kepolisian.
Namun, Kedutaan Besar Jepang di Jakar0lp00lta membantah konten tersebut. Kedubes Jepang memastikan bahwa kabar mengenai respons Dubes Masaki soal isu ijazah palsu adalah tidak benar dan tidak berdasar.
“Duta Besar Masaki tidak pernah memberikan klarifikasi maupun respons serta pendapat mengenai isu yang sedang beredar dalam bentuk apa pun, di platform mana pun,” demikian pernyataan Kedubes Jepang yang diunggah di akun Instagram resminya, @jpnambsindonesia dilihat pada Minggu (15/6/2025).
Kedubes juga memastikan bahwa konten tersebut adalah hoax dan tidak mencerminkan fakta yang sesungguhnya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memverifikasi kebenaran informasi dari sumber resmi sebelum menyebarluaskannya,” tutup pernyataan tersebut.
Diketahui, Rismon Sianipar dikenal sebagai ahli digital forensik Indonesia, dan disebut-sebut sebagai lulusan Yamaguchi University, Jepang. Namun, ia dituduh memiliki ijazah palsu.
Tuduhan itu berasal dari Rony Teguh, seorang peneliti sistem informasi yang berdomisili di Hokkaido, Jepang.
Rony mengaku telah melakukan penelusuran terhadap keberadaan tesis milik Rismon Sianipar di Yamaguchi University, namun tidak berhasil menemukannya.









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)






