SUMENEP, Rilpolitik.com – Terminal Tipe A Arya Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang baru saja direvitalisasi sudah mengalami kerusakan pada beberapa fasilitasnya.
Padahal, terminal yang berlokasi di Jalan Arya Wiraraja Nomor 10, Kecamatan Sumenep itu baru beroperasi lagi pada 21 Januari 2025 setelah direnovasi sejak 2024 lalu, dengan anggaran fantastis, yakni Rp28,8 miliar.
Dalam sebuah video yang beredar di platform WhatsApp dan Instagram hari ini, Senin (19/5/2025), salah satu kerusakan terjadi pada garis kuning atau guidling block di lantai yang bertujuan sebagai penunjuk jalan bagi penyintas tunanetra.
Guidling block tersebut tampak mengelupas dan beberapa bahkan sudah hilang, hanya menyisakan bekas.
Kerusakan lain juga terjadi pada beberapa interior bagian depan yang tampak sudah pecah.
Video itu juga merekam kondisi toilet laki-laki. Sang perekam coba menggunakan wastafel tapi ternyata tidak dapat mengeluarkan air.
Berdasarkan narasi yang beredar di WhatsApp, pagar yang dipakai juga disebut terbuat dari besi usang yang sudah karatan.
Narasi itu juga mengungkap kondisi irigasi di Terminal Arya Wiraja yang disebut dibuat secara serampangan.
“Karena penasaran, saya beberapa kali numpak (naik) Bus jurusan Pamekasan. Naik di Terminal baru itu. Saya pandangi pagar terminal terbuat dari besi usang yang karatan. Irigasinya dibuat serampangan. Macam kekurangan semen aja,” tulisnya dengan disertai emot tertawa.
Sebagai informasi, anggaran rehabilitasi Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep ini bersumber dari APBN sebesar Rp28.882.000.000 (Rp28,8 miliar).
Pengerjaan revitalisasi dilakukan sejak 2024 dan rampung pada Januari 2025.
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Terminal Arya Wiraja.
(Ah/rilpolitik)









![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)
![Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) mengusir paksa ekskavator yang melakukan aktivitas pengerukan di laut Kampung Tapakerbau pada Minggu (5/4/2026). [Foto: akun Facebook Marlaf Sucitpo]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260409_094443_Facebook-350x220.jpg)





