SUMENEP, Rilpolitik.com – Pelayanan pengambilan obat di apotek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Anwar Sumenep, Jawa Timur, menjadi sorotan para pasien rawat jalan dan keluarga pasien pada Selasa (7/7/2026).
Mereka secara khusus mengeluhkan pelayanan Depo Farmasi Rawat Jalan 2 yang terletak di lantai 2 Poli Terpadu. Pasalnya, pelayanan apotek tersebut dinilai lambat, sehingga menyebabkan antrean pengambilan obat menjadi sangat lama.
Seorang keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya proses pengambilan obat. Ia mengaku harus antre hingga berjam-jam untuk bisa mendapatkan obat.
“Saya harus menunggu hingga 2 jam lebih baru dipanggil untuk menerima obat,” kata dia kepada rilpolitik.com, Selasa.
![Depo Farmasi Rawat Jalan 2 yang terletak di lantai 2 Poli Terpadu RSUD Moh. Anwar Sumenep. [Foto: Ah/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000065663.jpg)
Bagi dia, antre untuk mengambil obat selama 2 jam lebih sudah tidak masuk akal dan di luar batas wajar.
“Saya itu setiap bulan ngantar paman kontrol rutinan. Memang antre obat di sini lama. Tapi antrean hari ini hampir nggak masuk akal karena sampai 2 jam lebih. Bagi saya itu nggak masuk akal dan tidak wajar,” tuturnya.
Dia mengaku kasihan terhadap pasien jika harus antre terlalu lama. “Kan kasian sama pasien kalau antrenya lama gini,” ujarnya.
Kekecewaan serupa juga disampaikan salah satu pasien. Namun, ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, dirinya membutuhkan obat tersebut.
“Ya mau gimana lagi, kita butuh obat itu. Orang kecil mungkin memang selalu ditakdirkan untuk selalu menerima,” ucapnya.
Ia berharap Apotek RSUD Sumenep berbenah dengan memberikan pelayanan yang lebih cepat sehingga tidak terjadi antrean yang terlalu lama.
“Ya harapannya perbaiki lah, jangan kayak gini terus,” ujarnya.
Redaksi rilpolitik.com telah berusaha meminta tanggapan Direktur RSUD Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, terkait persoalan tersebut melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi belum membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim kepada yang bersangkutan masih berstatus ceklis satu, yang berarti belum terkirim ke perangkat penerima.
(Ah/rilpolitik)










![Massa aksi PPI memprotes masa cuti anggota DPRD Sumenep Nia Kurnia Fauzi karena diduga sudah setahun lebih. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/1000063067-350x220.jpg)





