JAKARTA, Rilpolitik.com – Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) bersama lintas organisasi kemahasiswaan Universitas Saintek Muhammadiyah (USM) menyelenggarakan Nobar Solidaritas Palestina bertepatan dengan partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina pada Senin (20/7/2026) dini hari.
Kegiatan yang diselenggarakan di halaman Kampus Universitas Saintek Muhammadiyah itu dihadiri oleh lebih dari 300 peserta, yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bahwa solidaritas terhadap Palestina tidak boleh berhenti, bahkan di tengah euforia pesta olahraga dunia.
Acara yang dimulai sejak pukul 22.00 WIB tersebut dikemas dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Pesan Solidaritas, Musikalisasi, Talk Show, Nobar Final Piala Dunia 2026, hingga ditutup dengan Shalat Subuh Berjamaah. Rangkaian tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menikmati pertandingan sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Palestina.
Namsianto Wakhid, mewakili Direktur YPSP Syekh Dr. Ahed Abu Al Atta menyampaikan salam hangat dan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa serta peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wakhid menegaskan bahwa keterlibatan Universitas Saintek Muhammadiyah merupakan bukti nyata komitmen kampus-kampus di Indonesia dalam mendukung perjuangan kemanusiaan melalui kreativitas dan gerakan mahasiswa.
“Komitmen yang ditunjukkan Universitas Saintek Muhammadiyah merupakan bukti ikhtiar nyata kampus-kampus di Indonesia dalam menghadirkan kreativitas mahasiswa untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan. Peradaban Indonesia dan Palestina di masa depan akan sangat ditentukan oleh generasi muda yang hari ini peduli terhadap kondisi Palestina. Karena itu, YPSP sebagai lembaga yang berfokus pada edukasi dan kampanye kemanusiaan akan terus bersama mahasiswa dan masyarakat Indonesia untuk menjaga solidaritas dalam berbagai bentuk bagi Palestina,” ujar Wakhid.
Senada dengan itu, Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah, Dr. Faiz Rafdhi, S.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasi kepada panitia mahasiswa dan YPSP atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Nobar Solidaritas Palestina merupakan wujud nyata komitmen Universitas Saintek Muhammadiyah dan Muhammadiyah dalam berpihak pada perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina,” kata dia.
Rektor juga mengaitkan nilai-nilai olahraga dengan semangat kemanusiaan. Ia menjelaskan bahwa sepak bola mengajarkan sportivitas, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi prinsip fair play. Meskipun sepak bola sering dikaitkan dengan dinamika politik, menurutnya dukungan para pencinta sepak bola terhadap Palestina lahir dari kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Antusiasme peserta memadati halaman Kampus Universitas Saintek Muhammadiyah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Palestina tetap tumbuh di tengah masyarakat. Momentum pertandingan final Spanyol versus Argentina tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga menjadi ruang edukasi, refleksi, dan penguatan komitmen untuk terus menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan Nobar Solidaritas Palestina ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi media pemersatu sekaligus sarana membangun kesadaran sosial.
Melalui momentum final Piala Dunia 2026, YPSP bersama Universitas Saintek Muhammadiyah dan lintas organisasi kemahasiswaan mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat solidaritas, memperkuat kepedulian, dan tidak melupakan perjuangan rakyat Palestina hingga terciptanya keadilan dan perdamaian.
















