NasionalPolitik

Tolak Jadi Cawapres Anies, Pengamat Duga Khofifah Takut Kasusnya Dikorek-korek

5355
×

Tolak Jadi Cawapres Anies, Pengamat Duga Khofifah Takut Kasusnya Dikorek-korek

Sebarkan artikel ini
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin.

Rilpolitik.com, Jakarta – Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menduga setidaknya ada dua faktor alasan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menolak jadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) Anies Baswedan pada Pemilu 2024.

Alasan pertama, ungkap Ujang, Khofifah ingin melanjutkan kepemimpinannya di Jawa Timur untuk periode keduanya pada Pilgub Jatim 2024 meskipun sudah diminta oleh Partai Nasdem jadi cawapres mendampingi Anies.

“Maka secara rasional dia (Khofifah) ingin tetap jadi gubernur dan tidak jadi cawapresnya Anies. Padahal sudah diminta oleh Nasdem ya. Saya sih melihat itu pilihan yang bagus-bagus aja. Pilihan yang mungkin yang terbaik,” kata Ujang saat dihubungi Rilpolitik.com pada Sabtu (22/7/2023).

Alasan kedua, lanjut Ujang, Khofifah khawatir akan dikorek-korek kasus hukumnya jika maju pada Pilpres 2024 sebagai cawapres Anies Baswedan.

“Kalau kita lihat politik belakang layar terkait penolakan Khofifah, itu masuk poin yang kedua, yaitu bahwa keliatannya Khofifah takut. Takut kalau misalkan dia jadi cawapresnya Anies akan dikerjai persoalan hukumnya gitu,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Ujang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah pernah menggeledah ruang kerja Khofifah terkait kasus dugaan suap alokasi dana hibah yang menjerat Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak dan beberapa orang lainnya sebagai tersangka. Sehingga, katanya, kasus tersebut berpotensi akan terus dikait-kaitkan dengan Khofifah jika maju jadi cawapres.

“Jadi Khofifah menghitung kalkulasi itu,” ujar ujang.

Khofifah, kata Ujang, akan siap maju jika mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo. Namun, menurutnya, hal itu mustahil terjadi mengingat Jokowi menganggap Anies sebagai bagian dari oposisi.

“Khofifah itu mau maju kalau dapat restu Pak Lurah, kalau dapat restu Jokowi. Dan kita tau nggak mungkin Jokowi merestui Anies-Khofifah. Karena Anies dianggap bagian dari kelompok opisisi, kira-kira seperti itu,” tandasnya.

Kabar penolakan Khofifah jadi Cawapres Anies Baswedan diungkap oleh Ketua DPP Nasdem Effendy Choiri.

Pria yang akrab dengan sapaan Gus Choi itu mengatakan partainya sudah berkomunikasi dengan Khofifah.

“Dia enggak mau atau enggak berani,” tutur Gus Choi.

Nama Khofifah sebelumnya memang santer dikabarkan akan jadi cawapres Anies. Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto mengaku sempat berkomunikasi dengan Khofifah soal itu.

“Termasuk dalam penjaringan ya, penjaringan nama wapres dan sebagainya. Tadi disebut Bu Khofifah memang satu dari sekian orang yang memang kita berkomunikasi,” kata Sugeng beberapa waktu lalu. (Abn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *