NasionalPolitik

Dino Patti Djalal Ungkap Ada 17 Calon Dubes Asing Nunggu Hingga 8 Bulan untuk Serahkan Surat Kepercayaan ke Presiden

×

Dino Patti Djalal Ungkap Ada 17 Calon Dubes Asing Nunggu Hingga 8 Bulan untuk Serahkan Surat Kepercayaan ke Presiden

Sebarkan artikel ini
Dino Patti Djalal.
Dino Patti Djalal.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal mengungkap adanya belasan calon duta besar (dubes) asing yang hingga kini belum dapat menjalankan tugas secara resmi di Indonesia karena masih menunggu kesempatan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata Dino, terdapat 17 Dubes asing yang masih menunggu. Menurutnya, mereka sudah tiba di Jakarta, namun belum mendapatkan jadwal untuk menyerahkan surat kepercayaan kepada kepala negara.

“Saya dapat info bahwa ada 17 calon Dubes asing yang sudah tiba di Jakarta, tapi sampai sekarang masih menunggu waktu untuk memberikan surat kepercayaan kepada Presiden,” ungkap Dino melalui unggahannya di akun X resminya, dikutip Rabu (3/6/2026).

Bahkan, kata Dino, beberapa dari mereka ada yang sudah menunggu selama delapan bulan. Akibatnya, para duta besar tersebut belum dapat menjalankan fungsi diplomatiknya secara penuh.

“Dari mereka ada yang sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yang menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi,” ujarnya.

Dino mengatakan kondisi tersebut menimbulkan kesan buruk bagi negara sahabat yang telah mengirim duta besarnya ke Indonesia.

“Ini memberikan kesan buruk bagi negara-negara sahabat yang mengirim Duta Besarnya ke Indonesia, apalagi Dubes Indonesia di luar negeri selalu dengan cepat menyerahkan surat kepercayaan kepada host country,” kata dia.

Oleh karena itu, Dino meminta agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan demi reputasi diplomatik Indonesia di mata dunia.

“Tanpa menyalahkan siapapun, mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana karena menyangkut reputasi diplomatik kita,” tutup dia.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *