SUMENEP, Rilpolitik.com – Pendiri OK OCE Syam Sumenep, Yusuf Ismail (Pak Ucup) telah resmi melaporkan pemilik akun Tiktok @AminMaxGym ke Polres Sumenep pada Rabu (29/1/2025) atas dugaan pencemaran nama baik. Pak Ucup tak terima dituduh oleh Amin telah menggadaikan kendaraan roda tiga milik OK OCE Syam yang merupakan bantuan hibah Pemkab Sumenep.
Dalam laporan ini, Pak Ucup menunjuk Sulaisi Abdurrazaq sebagai kuasa hukumnya. Hal itu membuat Amin bingung lantaran merasa Sulaisi sebelumnya justru mendukung dirinya dalam upaya mengungkap kasus tersebut.
Terkait hal itu, Sulaisi mengatakan dirinya memang sempat percaya dengan narasi yang dibangun Amin di Tiktok bahwa Pak Ucup telah menggadaikan kendaraan hibah milik OK OCE Syam sebesar Rp 10 juta.
Sulaisi juga mengakui sempat memberi komentar salut terhadap Amin karena dianggap berani mengungkap kebenaran. Komentar itu disampaikan Sulaisi di kolom komentar Tiktok Amin.
“Waktu itu saya anggap kebenaran. Karena kalau itu kebenaran siapapun kita support, siapapun kita dorong, kita dukung,” kata Sulaisi dalam keterangannya pada Kamis (30/1/2025).
Tetapi pemikiran itu berubah setelah Sulaisi mendengarkan penjelasan Pak Ucup bahwa tidak pernah menggadaikan barang hibah OK Oce Syam berikut dengan beberapa alat buktinya.
Hingga akhirnya, Sulaisi berkesimpulan bahwa yang disampaikan Amin di Tiktoknya itu patut diduga sebagai sebuah kejahatan.
“Karena Pak Ucup mengatakan bahwa dia tidak pernah menggadaikan odong-odong, kemudian dia menyampaikan bahwa memang ada anggota dari OK OCE Syam yang menggadaikan, kemudian ternyata yang diserang oleh Amin adalah Pak Ucup, maka bagi saya ternyata yang disampaikan oleh Amin melalui tiktoknya bukanlah kebenaran, melainkan kejahatan yang tampak seolah-olah kebenaran,” ucap Sulaisi.
“Pada saat saya memberi komentar salut pada Amin itu karena saya menilai bahwa apa yang diperjuangkan dan diungkapkan itu kebenaran,” imbuhnya.
Sebab itu, Sulaisi akhirnya memilih untuk mendampingi Pak Ucup melaporkan Amin ke Polres Sumenep atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.
“Begitu ternyata itu (konten Amin) adalah kejahatan, maka wajar saya mengavaluasi pernyataan saya. Kemudian saya memilih untuk menerima permintaan dari klien saya (Pak Ucup) dalam rangka menjadi penasehat hukumnya untuk menguji apakah tindakan Amin ini adalah kebenaran atau kejahatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan Aktivis HMI Madura itu bertanya-tanya tujuan Amin menyerang Pak Ucup dengan tudingan menggadaikan barang hibah. Amin justru tidak menyebut nama dan pemberi gadai.
“Setelah data disampaikan ke saya oleh Pak Ucup, kemudian Pak Ucup menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan oleh Amin, maka saya bertanya-tanya pada saat Amin datang ke tempat penerima gadai tentu di sana ada dua yang seharusnya ada di dalam pikiran Mas Amin. Pertama, siapa pemberi gadai, yang menggadaikan. Yang kedua, siapa penerima gadai. Kenapa nama dua orang itu tidak muncul di dalam Tiktok Mas Amin? Siapa penerima gadai? Gadai ini legal atau ilegal. Siapa yang menggadaikan? Kenapa kok yang muncul malah orang yang tidak ada di depan mata Amin yang itu adalah orang yang tidak pernah menggadaikan odong-odong,” ucapnya.
“Jadi pertanyaan, apakah itu tujuan meroasting orang, menyerang kehormatan orang karena Pak Ucup adalah orang besar, misalnya. Atau apa tujuannya? Itulah yang muncul di dalam pertanyaan saya,” sambunga dia.
Terakhir, Sulaisi menyampaikan langkah hukum yang diambil Pak Ucup sebagai sarana untuk menguji apakah tuduhan Amin ke Pak Ucup benar atau tidak.
“Kita akan uji lewat mekanisme pidana Karena itulah yang diminta oleh Amin agar Pak Ucup melaporkan jika perbuatan yang dilakukan Amin dinilai sebagai kesalahan. Karena itu kami sudah laporkan itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Amin sendiri cukup yakin bahwa kendaraan roda tiga itu digadaikan atas perintah Pak Ucup. Dia mengklaim telah mengantongi sejumlah buktinya.
“Datanya sudah saya kantongi semua. Rekaman-rekamannya pun juga ada di saya yang disuruh Pak Ucup itu. Mengakui bahwa disuruh Pak Ucup ada di saya. Monggo kita adu data. Jadi saya rasa itu sudah sangat cukup berkaitan dengan akurasi data,” ucapnya lagi,” ujar Amin.
(Ah/rilpolitik)
















