Rilpolitik.com, Malang – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam hampir 10 tahun terakhir ini tidak pro rakyat. Dia mengakui Demokrat tak bisa berbuat banyak karena posisinya di luar pemerintahan.
“Kita (Partai Demokrat) tidak bisa berbuat banyak selama sepuluh tahun terkahir. Sekarang kita memandang kebijakan ada yang tidak tepat, tidak pro rakyat,” kata SBY di Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Kamis (25/1/2024) malam.
Sebab itu, mantan Presiden RI ke-6 itu berusaha memaksimalkan suara Demokrat pada Pemilu 2024 untuk disumbangkan ke Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Mari berikhtiar kembali ke pemerintahan, caranya kita telah mengusung Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya.
SBY mengaku akan bersafari ke beberapa daerah di Jawa Timur hingga 14 Februari mendatang, mulai dari Pacitan hingga ke ujung timur Jawa Timur, Banyuwangi.
Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan perolehan suara Partai Demokrat dan Prabowo-Gibran di Jawa Timur.
“Saya harusnya sudah pensiun, istirahat. Usia saya sudah 75 tahun. Tapi demi Indonesia, demi Partai Demokrat, Bismillah saya berikhtiar memberikan semangat untuk perjuangan kita,” tuturnya.










![Achsanul Qosasi. [Doc. rilpolitik.com]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/1000062783-350x220.jpg)





