PAMEKASAN, Rilpolitik.com – Istri muda Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Tinuk Kholil diduga tidak terima suaminya didemo oleh mahasiswa. Lewat unggahan di akun Tiktok pribadinya, Tinuk merasa sedih atas perlakuan pendemo terhadap suaminya.
Tinuk mengunggah video aksi demonstrasi mahasiswa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Dalam unggahannya itu, Tinuk mengungkapkan kesedihannya sambil menyindir pendemo dengan sebutan ‘uratnya sampai membesar’.
“Ya Allah… Pendemo ini uratnya sampai membesar,” tulis Tinuk di akun Tiktok pribadinya, dilihat rilpolitik.com, Senin (20/7/2026).
Tinuk menilai para pendemo tidak menghargai Bupati Pamekasan Kholilurrahman yang merupakan seorang tokoh agama.
“Seorang kiai kalian perlakukan seperti itu. Lah hawla wala quwwata illa billahil aliyyil adzim,” lanjutnya.
Tinuk dalam kolom komentar juga mengungkit peran Kholilurrahman dalam menyebarkan ilmu. Menurutnya, ada ribuan orang yang telah menjadi muridnya.
“Hanya kesabaran yang beliau miliki. Ditunjuk-tunjuk beliau dibegitukan (emot menangis). Beliau seorang kiai dan guru. Ingatlah ilmu yang beliau sebarkan. Berapa ribu orang yang diajarkan beliau untuk para muridnya,” kata Tinuk.
Dia lalu mendoakan para pendemo dan aktor di baliknya mendapatkan hidayah. “Semoga mendapatkan hidayah pendemo itu beserta yang menyuruh,” tambahnya.
Alih-alih mendapatkan simpati, postingan tersebut justru menuai beragam komentar berupa sindiran hingga cibiran dari warganet.
Banyak warganet yang justru mendukung aksi mahasiswa tersebut. Warganet menilai mahasiswa mendemo Kholilurrahman dalam kapasitasnya sebagai Bupati, bukan Kiai.
“Mereka mendemo kebijakan dan kinerja bupati, bukan mendemo kiai,” tulis seoarang pengguna Tiktok @ozilaaz****.
Pengguna Tiktok lainnya memberikan sindiran kepada Tinuk untuk bisa membedakan kapasitas Kholilurrahman sebagai Bupati Pamekasan dan tokoh agama.
“Kita sebagai orang yang pernah sekolah harus bisa membedakan mana kiai mana bupati. Ketika kiai turun ke dunai politik, taruh dulu tittle kiainya, fokus saja di dunia politik. Baru ketika sudah di pondoknya, beliau berhak dipanggil kiai lagi. Karena, itu yang didemo bupatinya bukan kiainya karena dia sedang menjalankan tugasnya sebagai bupati. Kecuali yang didemo kiai yang sedang di pondok baru itu salah,” tulis akun @keis****.
“Mereka demo bupati, bukan gelar kiainya. Harusnya kalau mau gelar kiai tidak diremehkan sebaiknya di pondok saja. Kiai itu gelar keagamaan dan bupati gelar pemerintahan. Jadi ada tempat masing-masing,” kata akun @wongmad****.
Ada juga yang memberikan saran agar Kholilurrahman mundur saja dari jabatannya sebagai bupati dan fokus menjadi kiai di Pondok Pesantren.
“Kalau gak suka didemo, sebaiknya turun saja dari jabatannya dan fokus ke pondok saja biar aman,” kata akun @Frhnal****.
Pengguna Tiktok lainnya turut menyindir sikap Tinuk yang dianggap ikut campur terhadap kebijakan yang dibuat suaminya selaku Bupati Pamekasan.
“Aku yakin kalau istri ke-2 gak cawe-cawe, rakyat Pamekasan bakalan mendukung semua kebijakannya,” @dahlia1****.
(Ah/rilpolitik)






![Rektor STIE Dharma Bumiputra 2008-2020, Prof. Hafid Abbas. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062079-350x220.jpg)


![Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan para petani dalam acara panen raya serentak di seluruh Indonesia di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066752-350x220.jpg)






![Rektor STIE Dharma Bumiputra 2008-2020, Prof. Hafid Abbas. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062079-180x130.jpg)