SUMENEP, Rilpolitik.com – Gelombang tinggi dan ombak besar sejak Desember telah membuat warga Pulau Mamburit di Kepulauan Kangean, Sumenep, Jawa Timur hidup was-was. Warga khawatir rumah mereka tergulung oleh ombak besar.
Yusuf Sugianto, pemuda Dusun Mamburit, mengatakan gelombang tinggi sudah terjadi sejak 5 Desember 2024. Dia menyampaikan, posisi air laut saat ini sudah mulai naik.
Kekhawatiran warga ini bukan tanpa alasan. Menurut Yusuf, warga Mamburit trauma dengan ombak besar yang terjadi di perairan Kepulauan Kangean belakangan ini. Sebab, katanya, tahun lalu sudah ada rumah warga yang rusak akibat dihantam ombak besar.
“Bahkan, kemarin sudah ada perahu nelayan yang hilang akibat terseret ombak. Posisi air saat ini terus naik,” tutur Yusuf kepada rilpolitik.com pada Minggu (8/12/2024).
Yusuf menyampaikan, warga Mamburit saat ini merasa terancam dengan kondisi gelombang air laut yang tinggi dan ombak yang besar.
Terlebih, kata Yusuf, ombak besar saat ini sudah mulai mendekat ke pemukiman warga. Dia khawatir air sampai masuk ke dalam rumah.
Karena itu, dia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk membangun tangkis laut di Pulau Mamburit. Hal itu penting dilakukan untuk menghalau ombak menghantam rumah warga.
Dia tidak ingin kejadian tahun lalu di mana rumah warga rusak dihantam ombak terulang lagi tahun ini.
“Kami penduduk Pulau Mamburit butuh tangkis laut biar tidak ada kejadian lagi (rumah rusak dihantam ombak) seperti tahun lalu,” pungkasnya.
(Ah/rilpolitik)










![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)





