PAMEKASAN, Rilpolitik.com – Rektor Universitas Madura (UNIRA), Dr. Gazali mendukung Madura ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau. Ia meyakini KEK Tembakau akan manjadi pintu masuk kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Gazali saat menjadi keynote speaker dalam acara Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Arah Baru Perekonomian Madura” yang diselenggarakan Komunitas Muda Madura (KAMURA) di Kampus UNIRA, Pamekasan, Madura, Kamis (13/11/2025).
Gazali mengatakan pengembangan Madura tidak bisa lepas dari kearifan lokal. Dia menyebut Madura memiliki beberapa potensi lokal yang bisa menjadi pintu masuk kesejahteraan masyarakat.
“Misalnya garam, itu termasuk kearifan lokal bahwa Madura dikenal (sebagai) Pulau Garam. Kedua, tembakau. Tembakau di Madura dikenal daun emas hijau,” kata Gazali.
Gazali meyakini dua komoditas itu bisa mengangkat perekonomian masyarakat Madura. Ia mencontohkan kondisi pasar malam yang biasanya menjadi ramai pengunjung saat musim panen tembakau.
“Kalau musim tembakau, pasar malam biasanya ramai. Itu indikator lebaran petani tembakau,” ucap dia.
Sebab itu, ia mendukung Madura ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau sebagai pintu masuk mensejahterakan masyarakat.
Meski begitu, Gazali menyebut langkah ini tidak mudah, perlu dorongan di tingkat elite agar KEK Tembakau Madura bisa terwujud.
“KAMURA sudah melakukan kajian akademik. kebijakan politik dari atas sangat penting. kalau menunggu syarat sangat sulit. Kita harus bersama-sama untuk menggoalkan kek tembakau sebagai pintu mensejahterakan masyarakat madura,” tegas dia.
Sebagai informasi, KAMURA saat ini sedang menyusun Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. Seminar dan FGD ini merupakan bagian dari upaya memperkuat landasan ilmiah penyusunan naskah akademiknya.
(Ah/rilpolitik)
















