PAMEKASAN, Rilpolitik.com – Satreskrim Polres Pamekasan menangkap oknum guru ngaji berinisial MD (72), warga Desa Sumber Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan dan menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap dua orang anak di bawah umur.
Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto mengungkapkan, terduga pelaku telah melancarkan aksi bejatnya selama kurun waktu 5 tahun sejak tahun 2020. Korban dalam kasus ini adalah D dan F.
”Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, perbuatan tersangka terhadap korban D dilakukan sejak korban duduk di kelas 5 SD pada tahun 2020 hingga kelas 6 SD. Sementara terhadap korban F, tindakan tersebut dimulai tahun 2022 dan berlanjut hingga terakhir kali terjadi pada Jumat, 10 April 2026,” kata Yoyok dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Perbuatan keji itu disebut dilakukan di kediaman tersangka, bahkan rumah korban sendiri saat kondisi sepi. Kedua korban sempat mengalami trauma mendalam hingga takut keluar rumah.
“Selama bertahun-tahun, kedua korban menutup rapat kejadian tersebut karena merasa takut dan tertekan. Namun, dampak psikologis yang berat membuat para korban mengalami trauma mendalam hingga takut untuk keluar rumah, yang akhirnya memicu terungkapnya kasus ini kepada pihak keluarga,” jelas Yoyok.
Kasus ini sendiri terungkap setelah korban bercerita kepada salah satu gurunya terkait perbuatan bejat MD, yang kemudian diteruskan ke orang tua korban.
Penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti penting guna memperkuat penyidikan, di antaranya adalah hasil visum et repertum dari tenaga medis dan pakaian milik korban saat kejadian.
Tersangka dalam perkara ini terancam dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 473 Ayat (2) huruf b UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional, Pasal 6 huruf c Jo Pasal 15 Ayat (1) huruf b UU RI No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS, dan Pasal 126 UU RI No. 1 Tahun 2023.
”Kami tidak memberikan ruang bagi pelaku kekerasan seksual, apalagi korbannya adalah anak di bawah umur. Saat ini kami sedang melengkapi pemberkasan untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pamekasan guna proses hukum lebih lanjut,” tegas Yoyok.
Saat ini tersangka telah dilakukan penahanan di Mapolres Pamekasan untuk pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) bagi kedua korban.


![Menteri Luar Negeri BEM KM UNIBA Madura, Moh Iskil El Fatih. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260422-WA0005-350x220.jpg)
![Rapat Kerja BEM Fakultas Ilmu Komputer Universitas Saintek Muhammadiya periode 2026-2027. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260422_155335_Gallery-350x220.jpg)


![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-350x220.jpg)





![Menteri Luar Negeri BEM KM UNIBA Madura, Moh Iskil El Fatih. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260422-WA0005-180x130.jpg)
![Rapat Kerja BEM Fakultas Ilmu Komputer Universitas Saintek Muhammadiya periode 2026-2027. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260422_155335_Gallery-180x130.jpg)


![Polres Pamekasan saat mengamankan eks anggota DPRD Sumenep dalam kasus dugaan penipuan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260418_191434_Gallery-180x130.jpg)