DaerahPolitik

Warga Keluhkan Jalan Tangseh-Kapedi: Rusak dan Gelap, Nyawa Pun Jadi Taruhan

×

Warga Keluhkan Jalan Tangseh-Kapedi: Rusak dan Gelap, Nyawa Pun Jadi Taruhan

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan raya dari perempatan Tangseh menuju Pasar Kapedi Sumenep.
Kondisi jalan raya dari perempatan Tangseh menuju Pasar Kapedi Sumenep.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Persoalan jalan rusak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tak kunjung selesai. Kondisi jalan yang rusak tentu saja merepotkan bagi para pengendara. Bahkan, dapat mengancam nyawa jika amit-amit terjadi kecelakaan.

Belum lama ini, masyarakat Dusun Sasar, Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, melakukan perbaikan jalan kabupaten secara swadaya melalui aksi penggalangan dana di pinggir jalan. Aksi tersebut dilakukan karena warga merasa sudah tidak dapat berharap lagi ke pemerintah untuk memperbaikinya.

Di jalur yang sama, tepatnya sepanjang jalan dari perempatan Tangseh, Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, menuju Pasar Kapedi, juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Jalan berlubang dan aspal mengelupas membuat para pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati.

Seorang pengendara asal Desa Moncek Timur, Iskandar, mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Ia mengaku hampir mengalami kecelakaan akibat jalan yang penuh lubang.

“Tadi malam, saya hampir kecelakaan di situ, banyak jalan berlubang. Jalan dari perempatan Tangseh menuju Pasar Kapedi, yang juga nyambung ke jalan yang diperbaiki masyarakat secara swadaya di Dusun Sasar itu kan memang jalannya hancur,” kata Iskandar kepada rilpolitik.com, Kamis (22/7/2026).

Kondisi jalan yang rusak itu, kata Iskandar, semakin diperparah dengan kurangnya lampu penerang.

“Jalannya hancur dan gelap, enggak ada lampu,” ungkap dia.

Dia pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Minimal, kata dia, dilakukan penambalan jika belum mampu melakukan pengaspalan ulang.

Langkah tersebut harus segera dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat mengakibatkan korban jiwa

“Jika memang tidak sanggup untuk aspal full, minimal tambal sulam agar tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Tak hanya itu, Iskandar juga meminta agar pihak berwenang memasang lampu penerang di sepanjang jalan tersebut demi keamanan pengendara. “Mohon bantuan penerangan. Apalagi lokasi rawan,” harapnya.

Peran Anggota DPRD Sumenep Dipertanyakan

Iskandar lalu mempertanyakan peran anggota DPRD Sumenep, khususnya yang berasal dari Dapil 2. Sebagai informasi, Dapil 2 Sumenep meliputi Kecamatan Bluto, Lenteng, Gili Genting, dan Saronggi. Dapil ini memiliki 7 orang perwakilan, yakni Afrian Mukhlas GZ (Demokrat), Samsiyadi (Nasdem), Faisal Muhlis (PAN), Sulahuddin (PDIP), Holik (Gerindra), Eka Bhagas Nur Ardiansyah, dan Akhmadi Yasid (PKB).

Menurut Iskandar, anggota legislatif seharusnya ikut bertanggung jawab atas kondisi jalan yang rusak di dapilnya. Setidaknya, kata dia, mereka mengusulkan kepada pemerintah agar segera memperbaikinya.

“Kan jalannya sendiri. Harusnya ikut bertanggung jawab. Minimal mengusulkan (ke pemerintah),” kata dia.

Meski begitu, lanjutnya, tak cukup hanya mengusulkan, tetapi juga harus mengawal agar perbaikan jalan dapat terwujud.

“Tapi pernah enggak ngusulin? Terus ada follow up-nya?” tanya dia meragukan.

Iskandar sendiri memiliki penilaian tersendiri terkait kinerja wakil rakyat di Sumenep. “Jauh dari mewakilkan,” singkat dia.

Berkali-kali Diperbaiki Secara Swadaya

Sementara itu, warga lainnya mengamini jalan kabupaten yang diapit Dusun Tengah dan Dusun Cangkreng, Desa Moncek Timur, itu mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Memang bahaya kalau orang baru melintas. Selain itu, jalan tersebut kalau malam sepi atau minim penerangan jalan,” ujar dia.

Menurut dia, warga sebenarnya sudah berkali-kali memperbaiki jalan tersebut secara swadaya. Perbaikan dilakukan melalui pengecoran, namun tidak dapat bertahan lama.

“Sebenarnya sudah beberapa kali dari warga dan dana pribadi memperbaiki itu, penambalan jalan by cor, cuma karena dihantam air ketika musim hujan dan kendaraan besar seperti truk yang melintas, ya cepat rusak,” tutur dia.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *