Rilpolitik.com, Jakarta – Pengamat politik Rustam Ibrahim menilai dukungan Presiden Joko Widodo tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kenaikan elektabilitas Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto.
“Tampaknya kontribusi dukungan/pengaruh Jokowi terhadap naiknya elektabilitas pasangan 02 hanya kecil,” kata Rustam melalui akun X-nya pada Minggu (14/1/2024).
Rustam menuturkan, elektabilitas Prabowo sudah mencapai angka 35-37 persen sebelum berpasangan dengan anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres.
“Sebelum berpasangan dengan Gibran, elektabilitas Prabowo sudah mencapai 35-37%,” ujarnya.
Menurut Rustam, faktor Prabowo lebih menentukan ketimbang Gibran terhadap kenaikan elektabilitas paslon nomor urut 2 itu.
“Faktor Prabowo lebih menentukan daripada faktor Gibran,” katanya.
Pada Pilpres kali ini, Jokowi mendapat banyak sorotan publik. Banyak pihak menilai Jokowi sebagai kepala negara tidak menunjukkan sikap netral dalam Pilpres 2024.
Netralitas Jokowi diragukan seiring dengan majunya Gibran, anak sulung Jokowi, sebagai Cawapres pendamping Prabowo Subianto melalui drama politik di Mahkamah Konstitusi (MK).
Gibran yang secara umur belum memenuhi syarat untuk maju Pilpres 2024 akhirnya tetap bisa melenggang setelah adanya Putusan MK 90 yang dipimpin oleh paman Gibran sendiri, Anwar Usman.
Pilpres 2024 akan diikuti oleh 3 paslon, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, elektabilitas Prabowo-Gibran sudah berada di atas angka 40 persen. Sementara dua paslon lainnya masih di bawah 30 persen.
(War/rilpolitik)









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)






