JAKARTA, Rilpolitik.com – Pemerintah menyiapkan tes bagi guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Pernjajian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi penuh waktu.
Menteri Dalam Negeri (Mendagari) Tito Karnavian mengatakan, setidaknya ada 172.000 guru PPPK paruh waktu yang akan mengikuti tes. Tito menekankan status kepegawaian guru PPPK paruh waktu tidak akan hilang meski misalnya tidak lulus tes.
“Kemudian nanti dijadikan pegawainya Kemendikdasmen kalau lulus. Kalau tidak lulus, ya tetap mereka statusnya dipertahankan. Tidak dipecat atau dirumahkan,” kata Tito usai rapat koordinasi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Kamis (17/9/2026).
Tito juga menyampaikan pembiayaan untuk guru PPPK tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Pembiayaannya dari APBN,” ujar Tito.
Tito juga memastikan bahwa guru PPPK paruh waktu yang belum lulus dapat kembali mengikuti tes pada tahun berikutnya.
“Kalau misalnya tidak lulus tahun ini, ya boleh ikut lagi tahun berikutnya. Kira-kira seperti itu. Intinya memberikan ketenangan kepada ASN yang paruh waktu maupun yang penuh waktu ya, terutama guru,” jelas Tito.
Ketika ditanya apakah seluruh guru PPPK paruh waktu akan mendapat kesempatan menjadi penuh waktu atau terdapat kuota tertentu, Tito mengatakan bahwa hal tersebut akan bergantung pada hasil tes.
“Ya, itu tadi tergantung hasil tesnya. Itu mungkin mau tanya detail ke Bu MenPAN yang paling paham sekali tadi,” pungkas Tito.
















