JAKARTA, Rilpolitik.com – Pemerintah menyiapkan anggaran dari APBN sebesar Rp 6 triliun untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2025. Total SPPG yang akan dibangun adalah 1.542 unit.
Pembangunan ini merupakan yang perdana dilakukan menggunakan alokasi dana APBN. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, selama ini SPPG dibangun oleh mitra MBG, tanpa melibatkan uang negara.
“Ini kami rencanakan 3 per kabupaten untuk seluruh Indonesia (dibangun menggunakan APBN), sehingga ada 1.542 yang sampai sekarang belum satu pun dibangun. Oleh sebab itu, kami minta bantuan kepada Bapak Menteri PU agar dapat mempercepat pembangunan ini. Apakah nanti itu 50-50 atau 2/3-nya dibangun oleh PU,” kata Dadan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Selasa (5/8/2025).
Dadan mengatakan, saat ini total sudah ada sebanyak 3.233 SPPG yang sudah berjalan menyebar di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.777 kecamatan dari total 7.200 kecamatan dan melayani 8,2 juta penerima manfaat.
Dia menuturkan, setidaknya masih ada 12 kabupaten yang belum memiliki SPPG, antara lain Kabupaten Sumba Tengah, Nusantara Timur, Kabupaten Mahakam Ulu di Kalimantan Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan di Sulawesi Tenggara.
Kemudian ada 9 kabupaten di Papua, yaitu di Papua Barat, yaitu Kabupaten Pegunungan Arfak, kemudian Kabupaten Asmat di Papua Selatan, Kabupaten Puncak Jaya di Papua Tengah, Kabupaten Pegunungan Bintan di Papua Pegunungan, Kabupaten Tolikara di Papua Pegunungan, Kabupaten Mamberamo Tengah di Papua Pegunungan, Kabupaten Yalimo di Papua Pegunungan, dan Kabupaten Lanny Jaya di Papua Pegunungan.
“Untuk pembangunan SPPG sebanyak 1.052 itu totalnya 6 triliun untuk gedungnya saja ya untuk gedungnya, belum peralatannya,” ujar Dadan.
Di samping itu, SPPG dengan pola kerja sama kemitraan juga akan terus bertambah jumlahnya. Dadan mengatakan, satu minggu ini diproyeksikan jumlah SPPG akan tembus hingga 4.000 dapur. Dengan demikian, jumlah penerima akan naik jadi 12 juta penerima manfaat, dari total 8,2 juta saat ini.






![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-180x130.jpg)