DaerahHukum

Pakai Topeng Sarung dan Bangun Tenda, Massa Aksi Tuntut Polres Sumenep Copot Kanit Reskrim Dungkek

×

Pakai Topeng Sarung dan Bangun Tenda, Massa Aksi Tuntut Polres Sumenep Copot Kanit Reskrim Dungkek

Sebarkan artikel ini
Aksi demonstrasi minta Polres Sumenep copot Kasat Reskrim Dungkek.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Sejumlah massa dari LBH Taretan Legal Justika menggelar aksi damai dengan mendirikan tenda di depan Mapolres Sumenep pada Senin (21/4/2025).

Aksi ini menuntut Kapolres Sumenep AKBP Rivanda untuk memecat Kanit Reskrim Dungkek Joko Dwi Heri Purnomo karena diduga meminta uang pelicin dalam penanganan kasus perkara.

Pantauan rilpolitik.com di lokasi, ada satu tenda berwarna merah putih yang didirikan di trotoar depan Mapolres Sumenep. Massa yang hadir juga tampak kompak mengenakan topeng sarung.

Kordinator lapangan (korlap) aksi, Zainurrozi dalam orasinya mengungkap bahwa Kanit Reskrim Polsek Dungkek, Joko Dwi Heri Purnomo diduga telah melakukan pememerasan terhadap rakyat kecil dalam kasus dugaan tindak pidana perusakan pagar di Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Joko diduga meminta uang kepada pelapor supaya laporannya bisa ditindaklanjuti.

“Kanit Reskim Polsek Dungkek diduga meminta uang kepada rakyat kecil. Oknum polisi telah memeras rakyat kecil, mereka tega meminta untuk melancarkan kasusnya. Kasus kalau tidak ada uangnya tidak jalan alias jalan ditempat,” kata Rozi dalam orasinya di depan Mapolres Sumenep, Senin (21/4/2025).

Rozi pun menyindir Polri berapa yang harus dibayar oleh rakyat agar hukum bisa tegak. “Jadi hari ini kita mau bertanya kepada polres sumenep berapa kita harus bayar agar hukum di Sumenep bisa ditegakkan,” teriaknya.

Dalam tuntutannya, Rozi meminta agar Joko dipecat dari jabatannya sebagai Kanit Reskrim Polsek Dungkek. Sebab, perilakunya dianggap sudah mencoreng wajah Polri.

“Kita tidak usah panjang lebar, kita menuntut agar Kanit Reskrim Polsek Dungkek dipecat dari jabatannya karena dia sudah mencoreng institusi Polri, karena sudah memalak rakyat kecil dengan meminta uang transport lah, kopi lah, dan lain-lain,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menuntut Polres Sumenep mengambil alih kasus dugaan perusakan pagar yang terjadi di Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *