DaerahHukum

Massa Kembali Geruduk Polres Sumenep, Janji Terus Demo Jika Kasatreskrim Tak Dipecat

×

Massa Kembali Geruduk Polres Sumenep, Janji Terus Demo Jika Kasatreskrim Tak Dipecat

Sebarkan artikel ini
Sulaisi Abdurrazaq saat berorasi menuntut pencopotan Kasatreskrim Polres Sumenep. [Foto: ah/rilpolitikcom]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Puluhan massa kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mapolres Sumenep, Pabian, Kota Sumenep, pada Jumat (15/8/2025). Demo ini merupakan lanjutan dari demo sebelumnya yang menuntut pencopotan AKP Agus Rusdianto dari jabatan Kasatreskrim Polres Sumenep.

Orator aksi, Nurahmat mengatakan demo kali ini digelar lantaran Polres Sumenep tidak menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam aksi serupa minggu lalu.

“Kami menuntut bagaimana Kasatreskirm Polres Sumenep dicopot dari jabatannya. Minggu kemarin kami melakukan aksi damai, tapi sampai sekarang tak ada tindaklanjut dari tuntutan kami,” kata Nurahmat dalam orasinya.

Koordinator Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli (AMSP) itu membeberkan empat tuntutan aksi sebelumnya. Namun, katanya, tak satu pun ditindaklanjuti oleh Polres Sumenep.

“Tetapi sampai saat beberapa kali aktivis melakukan silatureahmi ke Polres Sumenep, tidak ada tindaklajut,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan orator lainnya, Sulaisi Abdurrazaq. Ia mengatakan akan terus demo jika tuntutannya mencopot Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Agus Rusdianto belum dipenuhi oleh Korps Bhayangkara.

“Minggu lalu kami berjanji bahwa kami akan kembali ke tempat dan hari ini kita penuhi janji itu. Kalau hari ini aspirasi kami tidak dikabulkan, maka kami pastikan seminggu yang akan datang kita akan kembali,” tegas Sulaisi.

Sulaisi menjelaskan alasan harus turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa. Menurutnya, keadilan memang harus diperjuangkan.

“Kenapa kami harus turun bergerak di jalanan? Karena satu alasannya, keadilan tidak jatuh secara tiba-tiba dari langit. Keadilan hanya akan terwujud jika kita perjuangkan bersama,” ujarnya.

Menurut Sulaisi, penegakan hukum di Sumenep tumpul ke atas, tajam ke bawah. Dia mengatakan, polisi ‘gercep’ menangkap rakyat kecil yang dianggap melanggar hukum meski hasil manipulasi.

“Tapi terhadap kasus yang berkaitan dengan korupsi suap, berkaitan dengan kasus BSPS yang sejak awal disebutkan secara terbuka, apa yang terjadi? Karena yang menerima itu anggota Polri, tak ada satupun yang diperiksa. Justru kalau rakyat mencuri ayam sekalipun, kambing sekalipun, seketika itu bisa langsung diburu oleh anggota kepolsiian. Itulah mirisnya kenapa mahasiswa harus turun berkali-kali,” tegasnya.

Diketahui, dugaan aliran duit harap BSPS ke oknum Polres Sumenep menyeruak. Hal itu setelah diungkap oleh Koordinator Kabupaten BSPS Sumenep 2024, Rizky Pratama.

Rizky mengaku menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta ke unit Pidkor Polres Sumenep untuk pengamanan kasus BSPS yang dilaporkan ke Polres.

Atas dasar itu, massa menuntut Polres Sumenep untuk mencopot Kasatreskrim.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *