SUMENEP, Rilpolitik.com – Aktivis Sumenep, Ahmad Amin Rifa’i mendesak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk mengevaluasi kinerja Kepala Disbudporapar setempat, Moh. Iksan. Pasalnya, ia menilai kinerja Iksan berpotensi merusak reputasi bupati.
Terkait desakan tersebut, Iksan memberikan respons. Ia secara tegas menyatakan kesiapannya untuk dievaluasi oleh bupati sebagai atasan.
“Saya siap (dievaluasi),” tegas Iksan membalas pesan konfirmasi rilpolitik.com pada Minggu (28/9/2025).
Iksan juga menyampaikan kesiapan untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas dari bupati.
“Sebagai abdi negara, (saya) siap untuk mempertanggungjawabkan atas tugas yang diberikan oleh bapak bupati di mana pun itu,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Ahmad Amin Rifa’i yang mengatasnamakan diri aktivis pembela wong cilik mendesak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk mengevaluasi atau bahkan mengganti Moh. Iksan dari kursi Kepala Disbudporapar setempat.
Desakan tersebut disampaikan Amin melalui surat terbuka yang ditulis pada 25 September 2025.
Dalam suratnya, Amin menyebut sepak terjang Moh. Iksan sebagai pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep berpotensi merusak reputasi bupati.
Tak hanya Iksan, Amin juga menyebut nama EO Kalender Event Sumenep, Sugeng, sebagai pihak yang juga dinilai berpotensi mencoreng citra bupati.
Amin tak menjelaskan secara rinci perilaku Iksan dan Sugeng yang dianggap dapat merusak reputasi bupati. Ia hanya menyebut bahwa keduanya kerap membuat masyarakat resah akibat persoalan yang terus bermunculan.
“Saya percaya bapak (Fauzi) sudah mendengar, baik dari pemberitaan maupun laporan para staf, sehingga tak perlu saya jabarkan panjang lebar (sepak terjang Iksan dan Sugeng). Yang jelas, rakyat menaruh harapan besar agar Bapak berani mengambil sikap tegas: mengevaluasi, bahkan mengganti orang-orang yang justru menjadi beban bagi perjalanan mulia Bapak dalam membangun Sumenep,” kata Amin dalam suratnya.
Amin tak ingin nama bupati rusak akibat perilaku orang yang berada di sekitarnya. “Jangan biarkan nama baik Bapak hancur oleh noda yang dibuat tangan lain,” imbuhnya.
(War/rilpolitik)



![Warga Desa Torjek laporkan dugaan aksi pengancaman menggunakan celurit ke Polsek Kangayan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260315-WA0002-350x220.jpg)




![KEK Tembakau Madura, Komunitas Muda Madura (KAMURA), Subairi Muzakki (dua dari kiri) menyerahkan Surat Bersama Bupati se-Madura serta Naskah Akademik KEK Tembakau Madura kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260309-WA0008-350x220.jpg)

![SMAN 2 Pamekasan tolak menu MBG diduga tak layak. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260309-WA0005-350x220.jpg)


![Warga Desa Torjek laporkan dugaan aksi pengancaman menggunakan celurit ke Polsek Kangayan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260315-WA0002-180x130.jpg)


