SUMENEP, Rilpolitik.com – Seorang istri berinisial E asal Pulau Gili Iyang, Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, melaporkan suaminya berinisial TK atas dugaan tindak pidana penganiayaan ke Polres Sumenep pada Senin (11/5/2026).
Dalam laporannya, E mengaku ditampar oleh TK yang merupakan suami sirinya itu. Laporan itu terdaftar dengan Nomor: STTLP/B/142/V/2026/SPKT/POLRESSUMENEP/POLDAJAWATIMUR.
Dugaan tindak pidana penganiayaan ini terjadi pada 6 Mei 2026. Hal itu berawal dari adu mulut antara E dan TK akibat dugaan penelantaran perahu milik kepala desa (kades) setempat oleh TK.
Amarah TK tak terbendung hingga berujung penamparan setelah E berusaha menelepon kades agar pengelolaan perahu tak lagi diserahkan kepada TK.
“Akibat dari kejadian tersebut pelapor mengalami sakit pada bagian pipi sebelah kanan, dan pelapor takut untuk pulang ke rumah pelapor karena kejadian penganiyaan tersebut telah dilakukan berkali-kali,” kata E dalam laporannya.
Menurut E, dugaan kekerasan ini sudah berkali-kali dirinya alami. Salah satu pemicunya diduga karena pengaruh narkoba dan judi online (judol).
“Terkadang pemicu penganiyaan yang dilakukan oleh terlapor karena pengaruh dari sabu-sabu dan judi online,“ ungkap pelapor.
Jengah dengan Maraknya Narkoba dan Judol
Sementara itu, kuasa hukum pelapor, Sulaisi Abdurrazaq menyampaikan bahwa laporan ini dibuat salah satunya karena E sudah merasa jengah dengan kondisi Pulau Gili Iyang yang disebut marak dengan narkoba dan judol.
Menurutnya, maraknya narkoba dan judol telah berdampak besar terhadap para istri. Sebab, istri bisa menjadi korban penganiayaan oleh suami yang terpapar narkoba dan judol.
“Kalau suami nggak punya uang, malas kerja, kerjaannya cuma nyabu dan main judi online, istri bisa jadi korban, jadi samsak,” kata Sulaisi lewat unggahannya di Tiktok.
Berantas Narkoba
Sulaisi mengatakan, narkoba dan judol ini akan menjadi ancaman bagi masa depan bangsa jika aparat penegak hukum membiarkannya.
“Sabu ini sudah luar biasa dan tidak ada semangat memberantas dari penegak hukum, ini akan menjadi ancaman bagi masa depan anak muda dan masa depan bangsa kita, khususnya di Sumenep,” ujarnya.
Sulaisi mengaku sudah sejak lama menyuarakan pemberantasan narkoba. Dia menilai, sebenarnya tidak sulit bagi polisi untuk memberantasnya.
“Polri itu dipersenjatai, Polri itu punya seluruh perangkat. Intelijen dia punya, tenaga banyak, anggaran ada. Apa susahnya berantas narkoba, khususnya di Gili Iyang? Ini sudah lama saya suarakan,” tegasnya.
“Malah ibu-ibu ini datang ke tempat saya untuk minta bantuan supaya melaporkan dugaan tindak pidana ke Polres Sumenep. Sudah kita laporkan,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Sulaisi berharap agar polisi menindaklanjuti laporannya itu.
“Jadi ini sudah dilaporin, kami berharap kapolres Sumenep atau institusi Polri gercep gerak cepat,” pungkas dia.
(Ah/rilpolitik)



![Fakultas Pertanian UNIJA Sumenep dan OSIM MA Al Ma’arif Plus Kolaborasi Bangun Kesadaran Lingkungan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260506_183430_Gallery-350x220.jpg)


![Kegiatan FGD yang diselenggarakan FORMAKA di Hotel C1 Sumenep. [Istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260505_070831_Gallery-350x220.jpg)





![Fakultas Pertanian UNIJA Sumenep dan OSIM MA Al Ma’arif Plus Kolaborasi Bangun Kesadaran Lingkungan. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260506_183430_Gallery-180x130.jpg)


![Kegiatan FGD yang diselenggarakan FORMAKA di Hotel C1 Sumenep. [Istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260505_070831_Gallery-180x130.jpg)