NasionalPolitik

HAMI Nilai Dialog Dasco–Ba’asyir Cermin Politik Persaudaraan

×

HAMI Nilai Dialog Dasco–Ba’asyir Cermin Politik Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
Momen Abu Bakar Ba'asyir (kiri) menemui Dasco Sufmi Ahmad (kanan).

JAKARTA, Rilpolitik.com – Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI) mengapresiasi pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dengan ulama Abu Bakar Ba’asyir di Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Kamis (30/10/2025). Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah menyejukkan di tengah suasana politik nasional yang masih diwarnai ketegangan dan prasangka sosial.

Koordinator Nasional HAMI, Asip Irama, mengatakan pertemuan Dasco dan Ba’asyir menjadi contoh penting bahwa dialog dan komunikasi terbuka tetap relevan dalam memperkuat persatuan bangsa. Menurutnya, langkah itu menunjukkan wajah politik yang tidak semata mengejar kekuasaan, tetapi berupaya memulihkan rasa saling percaya di antara sesama anak bangsa.

“Pertemuan itu memberi pesan kuat bahwa politik bisa menjadi ruang untuk mempertemukan hati, bukan hanya arena adu kepentingan. Dalam masyarakat yang majemuk, kemampuan untuk mendengar dan menghargai adalah bentuk tertinggi dari nasionalisme,” ujar Asip dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/11).

Ia menambahkan, sikap Dasco mencerminkan kepemimpinan publik yang mengutamakan kedewasaan dan kearifan. Dalam pandangannya, langkah tersebut menunjukkan bahwa rekonsiliasi sosial dapat dimulai dari hal sederhana, yakni keberanian untuk membuka ruang dialog.

“Pak Dasco memperlihatkan bahwa seorang pemimpin tidak harus berbicara keras untuk didengar. Kadang yang lebih dibutuhkan adalah kesediaan untuk mendengarkan,” katanya.

Lebih lanjut, HAMI menilai pendekatan yang ditempuh Dasco sejalan dengan semangat Presiden terpilih Prabowo Subianto yang mendorong politik kebangsaan yang inklusif dan merangkul semua kalangan. Asip menyebut, politik yang sehat justru lahir dari keberanian untuk menjembatani perbedaan dan mempertemukan pandangan yang beragam.

“Bangsa ini tidak lagi memerlukan politik yang saling menegasikan. Kita butuh jembatan, bukan tembok. Langkah Pak Dasco adalah contoh nyata bagaimana politik dapat menjadi kekuatan yang meneduhkan,” tutur Asip.

Pertemuan Dasco dan Abu Bakar Ba’asyir berlangsung dalam suasana akrab dan penuh penghormatan. Keduanya berdialog tentang isu-isu kebangsaan, termasuk pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah dinamika politik dan sosial yang cepat berubah.

Dalam keterangan resmi Partai Gerindra, Dasco menyebut kunjungan itu sebagai bagian dari silaturahmi kebangsaan untuk mempererat persaudaraan di antara sesama warga negara. Ia menegaskan, dialog lintas pandangan adalah cara terbaik untuk memperkuat keutuhan bangsa dan menghindari polarisasi sosial.

“Gerindra percaya bahwa semua anak bangsa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga Indonesia. Perbedaan pandangan tidak seharusnya memisahkan kita dalam cinta kepada negeri ini,” ujar Dasco dalam pernyataan tertulisnya.

Asip berharap langkah tersebut dapat menginspirasi para tokoh politik lain agar mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan. Menurutnya, kedewasaan politik bukan diukur dari kemampuan berdebat, melainkan dari kemauan untuk mencari titik temu.

“Pertemuan seperti ini memberi harapan baru bahwa politik bisa tumbuh dari nilai kemanusiaan. Ia mengingatkan kita bahwa menjaga Indonesia berarti mau menghampiri, bukan menjauh,” ucapnya.

HAMI menilai, di tengah situasi politik yang kerap terbelah oleh perbedaan ideologi, langkah Dasco membuka ruang dialog dengan tokoh seperti Abu Bakar Ba’asyir patut diapresiasi. Bagi HAMI, tindakan semacam ini menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan tumbuh dari keberanian untuk menjembatani perbedaan.

“Indonesia hanya akan kuat jika semua pihak mau saling mendengarkan dan saling menghormati. Politik yang menyejukkan seperti ini layak dijadikan teladan,” kata Asip menegaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *