JAKARTA, Rilpolitik.com – Belum hilang dalam ingatan ganasnya virus corona atau dikenal dengan Covid-19 yang menewaskan jutaan manusia di dunia, kini muncul lagi virus yang juga tak kalah mematikan. Virus ini disebut hantavirus.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebut hantavirus menyebar di kapal pesiar mewah MV Hondius. Sejauh ini, delapan orang diduga tertular dan tiga di antaranya meninggal dunia.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya hantavirus ke Indonesia. Sebab, penyakit tersebut berbahaya dan bisa berujung kematian.
“Saya minta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya hantavirus ke wilayah Indonesia. Karena penyakit tersebut sangat berbahaya, sehingga menimbulkan kematian,” kata Yahya kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Yahya mengatakan pemerintah harus melakukan pengawasan secara ketat di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia. Selain itu, kata dia, skrining WNI dan WNA juga perlu untuk diperketat.
“Saya minta pemerintah mulai mempetketat pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia. Melakukan skirining kepada WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia,” ujarnya.
Tak hanya itu, Yahya meminta kesiapan fasilitas kesehatan diperkuat. Termasuk, penyediaan tes PCR di rumah sakit pusat maupun daerah sebagai langkah antisipasi.
“Menyiapkan PCR di rumah-rumah sakit pusat dan daerah untuk mengantisipasi masuknya hantavirus ke Indonesia,” ujarnya.
Politikus Golkar ini juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait hantavirus. Menurutnya, langkah pencegahan tetap perlu dilakukan meski penyebaran penyakit tersebut saat ini masih terbatas.
“Memberikam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit hantavirus dan bahayanya bagi manusia. Walaupun penyebaran hantavirus masih tetbatas didalam kapal pesiar tetapi melakukan pencegahan merupakan langkah yang baik untuk melindungi masyarakat,” tuturnya.
















