NasionalPolitik

Forum Sesepuh NU Nyatakan Pemecatan Gus Yahya dari Ketum PBNU Tak Sah

×

Forum Sesepuh NU Nyatakan Pemecatan Gus Yahya dari Ketum PBNU Tak Sah

Sebarkan artikel ini
Anggota Mustasyar PBNU KH. Maruf Amin. Foto: Instagram @kyai_marufamin.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Sesepuh dan Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) menggelar rapat membahas dinamika yang sedang terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rapat ini dihadiri oleh Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin secara daring.

Menurut Ma’ruf Amin melalui unggahan di Instagram, @kyai_marufamin, pada Sabtu (6/12/2025), forum ini menghasilkan empat kesimpulan terkait polemik kepemimpinan di PBNU.

“Menghadiri Rapat Forum Sesepuh dan Mustasyar Nahdlatul Ulama secara daring terutama terkait dinamika yang sedang terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Empat kesimpulan dihasilkan,” kata Ma’ruf Amin dikutip Minggu (7/12/2025).

Pertama, kata, Ma’ruf, Forum Sesepuh berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART.

“Kedua, forum juga melihat adanya informasi terjadinya pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum, yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh,” tulis dia.

Ketiga, forum merekomendasikan agar Rapat Pleno untuk menetapkan PJ tidak diselenggarakan sebelum seluruh prosedur dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan organisasi.

Keempat, Forum Sesepuh dan Musytasar Nahdlatul Ulama mengajak seluruh pihak untuk menahan diri.

“Menjaga ketertiban organisasi, dan menghindari langkah yang berpotensi memperbesar ketegangan,” imbuhnya.

Anggota Mustasyar PBNU ini juga menyampaikan bahwa forum meminta agar polemik PBNU diselesaikan melalui mekanisme internal NU tanpa melibatkan pihak eksternal.

“Forum menegaskan bahwa persoalan ini hendaknya diselesaikan melalui mekanisme internal NU, tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal, demi menjaga kewibawaan jam’iyyah dan memelihara NU sebagai aset besar bangsa,” tutup Ma’ruf.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *