SURABAYA, Rilpolitik.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa memberikan pujian setinggi langit terhadap kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim di tengah kondisi bank pelat merah Pemprov Jatim itu dirundung dugaan korupsi Rp 569,4 miliar.
Terkait hal itu, pengacara kondang asal Surabaya, Muhammad Sholeh mengaku heran dengan sikap Khofifah yang justru memuji kinerja Bank Jatim.
“Saya heran dengan Mak Pipah (Khofifah), sudah jelas-jelas Bank Jatim kebobolan Rp 500 miliar. Artinya ini dikorupsi, ada fraud di situ, ada kesalahan manajemen. Loh, Gubernur Jawa Timur kok malah memuji-muji kinerja Direksi Bank Jatim,” kata Muhammad Sholeh dalam unggahan video di akun Tiktok pribadinya dilihat pada Rabu (25/6/2025).
Menurut pria yang akrab disapa Cak Sholeh itu, Khofifah justru seharusnya memarahi kinerja Direksi Bank Jatim akibat dugaan korupsi yang terjadi.
“Mestinya Mak Pipah ini kan marah-marah, tanya kepada direksi ‘Ya apa ini kok bisa kebobolan Rp 500 miliar?’ Rp 500 miliar itu duit gede, loh kok malah memuji-muji,” ujarnya.
Cak Sholeh pun mengaku tak habis pikir dengan sikap Khofifah yang terkesan tidak peduli dengan dugaan korupsi yang terjadi di internal Bank Jatim. Menurutnya, Khofifah harusnya meminta pertanggungjawaban Direksi Bank Jatim, bukan malah memujinya.
“Saya jelas-jelas tidak habis berpikir, ini ada apa gitu. Sudah jelas-jelas ada kesalahan, direksi itu mestinya dimintai pertanggungjawaban. Kok malah dipuji-puji, seakan-akan Bank Jatim itu kinerjanya bagus, menguntungkan, tidak ada kesalahan, tidak ada kerugian, tidak ada kekurangan harus menjadi contoh bagi instansi-instansi yang lain. Padahal, kebobolan Rp 500 miliar,” ucapnya.
Sebagai informasi, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta saat ini sedang mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit fikrif di Bank Jatim Cabang Jakarta senilai Rp 569,4 miliar.
Dalam kasus ini, Kejati Jakarta telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Kepala Bank Jatim Cabang Jakarta, Benny; pemilik PT Indi Daya Group, Bun Sentoso; Direktur PT Indi Daya Rekapratama dan Indi Daya Group, Agus Dianto Mulia; serta pegawai Bun Santoso, Fitri Kristiani.
Khofifah dalam pernyataannya beberapa waktu lalu memuji kinerja Bank Jatim. Bahkan, ia menyebut sejumlah gubernur di Indonesia ingin belajar ke Bank Jatim dalam tata kelola perusahaan yang baik.
“Saya mendapat tamu setidaknya dua gubernur dan 5 provinsi yang akan kolaborasi dan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim. Terang kepada saya disampaikan bahwa mereka ingin belajar mendapatkan pengalaman tata kelola perusahaan yang baik, GCG,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangannya pada Jumat, 23 Mei 2025.
(Ah/rilpolitik)















