JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PM), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menolak wacana sekolah libur selama bulan Ramadhan atau puasa.
“Tidak perlu ya. Karena libur Ramadhan itu belum jelas konsepnya. Tidak perlu (libur), tetap saja jalan, puasa tidak menghentikan semua (kegiatan),” kata Cak Imin di Jakarta, pada Sabtu (Sabtu (11/1/2025).
Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, meliburkan sekolah selama 40 hari terlalu lama.
Cak Imin juga meminta agar puasa tidak dijadikan sebagai halangan untuk melakukan aktivitas seperti hari-hari biasa.
“Bukan hanya kelamaan (wacana libur), puasa itu seperti kebiasaan sehari-hari, jangan dibedakan,” ujar Cak Imin.
Diketahui, pemerintah melalui Kemenag mewacanakan libur sekolah selama bulan Ramadhan tahun ini. Kebijakan libur di bulan suci Muslim itu juga pernah dilaksanakan di era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan meliburkan kegiatan pendidikan selama bulan puasa baru sebatas wacana. Namun ia menjelaskan bahwa kebijakan meliburkan kegiatan saat Ramadhan masih berlaku di sejumlah satuan pendidikan berbasis pondok pesantren.









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)






