SUMENEP, Rilpolitik.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi berpotensi menjadi calon tunggal pada Pilkada November mendatang. Pengamat politik, Fauzi As menyebut hal itu karena adanya kekuatan sang paman di balik calon petahana itu sehingga membuat lawan politiknya minder untuk bertarung.
Fauzi mengatakan sudah menjadi tren politik di 2024 di mana sang paman memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kontestasi demokrasi. Menurutnya, dinamika politik yang terjadi di Sumenep saat ini hanya mengadopsi politik yang terjadi di tingkat nasional pada Pemilu Februari lalu.
“Ini adalah politik kekuatan paman, ini kan hanya sekadar menduplikasi di Jakarta ke Sumenep. Kan hanya itu. Artinya, ini kekuatan politik paman gitu,” kata Fauzi As dalam pernyataannya kepada rilpolitik.com pada Rabu (22/5/2024) malam.
Paman yang dimaksud adalah Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Dia memang merupakan paman asli dari Achmad Fauzi.
Bagi Fauzi As, Ketua DPC PDIP Sumenep itu sebenarnya bukan sosok pribadi yang cukup kuat di politik. Menurutnya, kekuatan Fauzi yang sebenarnya berada pada sosok Said Abdullah dengan kekuataan finansialnya yang unlimited atau tak terbatas. Itu kemudian yang membuat lawan politiknya takut untuk bersaing.
“Sebetulnya kan Fauzi tidak dihitung secara personal sebagai orang yang kuat gitu, tetapi di setiap baliho kampanye partai ada wajah Pak Said, di sanalah yang kemudian membuat petarung-petarung yang lain itu merasa minder,” ujarnya.
“Karena orang ketika melihat banner Fauzi yang dilihat sebetulnya bukan Fauzi-nya, tapi gambar Pak Said yang terkesan lebih besar di belakang baliho Fauzi,” sambungnya.
Dia berpandangan, mengalahkan Fauzi dalam kontestasi Pilkada Sumenep 2024 sebenarnya bukan perkara yang sulit. Fauzi, katanya, bisa ditaklukkan asal ada kekuatan finansial yang dapat menyaingi Said Abdullah.
“Seandainya ada kandidat yang punya kekuatan finansial yang sama, menaklukkan Fauzi ini kan mudah sebetulnya,” ucapnya.
Namun demikian, dia tetap berharap agar proses politik Pilkada 2024 berjalan lebih sehat dengan tidak hanya mengedepankan kekuatan finansial semata, tetapi juga visi-misi yang jelas untuk masa depan Sumenep.
“Jadi pemimpin itu diharapkan bukan dipimpin oleh bandar, tetapi dipimpin oleh leader yang betul-betul punya kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat luas. Itu harapannya,” ujarnya.
(Ah/rilpolitik)










![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)





