NasionalPolitik

Boyamin Ungkap Nusron Sedang Bersiap ke Jepang, Diduga Modus Hindari Panggilan KPK

×

Boyamin Ungkap Nusron Sedang Bersiap ke Jepang, Diduga Modus Hindari Panggilan KPK

Sebarkan artikel ini
Nusron Wahid.
Nusron Wahid.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengungkap bahwa Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Nusron Wahid berencana melakukan perjalanan dinas ke Jepang.

Boyamin mengatakan, Nusron telah mengajukan anggaran perjalanan dinasnya itu pada pekan lalu.

“Saya mengabarkan bahwa Pak Nusron Wahid akan bepergian ke Jepang. Dari mana ini didapat? Karena minggu kemarin sedang diajukan anggaran untuk dinas Pak Nusron Wahid ke Jepang,” kata Boyamin kepada wartawan pada Senin (2/10/2026) kemarin.

Boyamin curiga rencana perjalanan dinas ke luar negeri itu sebagai antisipasi Nusron jika sewaktu-waktu dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mengatakan itu sebagai modus untuk menghindari pemeriksaan penyidik.

“Saya menduga bepergian ke luar negeri ini dipakai sebagai cadangan kalau nanti sewaktu-waktu dipanggil KPK, maka potensi beliau akan mangkir lagi dengan alasan sedang dinas ke luar negeri. Jadi, selalu mempersiapkan diri untuk ke luar negeri yang belum ditentukan waktunya, nanti kemudian akan dipaskan kalau ada panggilan,” ujarnya.

Menurut Boyamin, rentang waktu pemanggilan saksi berdasarkan KUHAP yang mewajibkan jeda beberapa hari kerja dimanfaatkan untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan ke luar negeri.

“Karena panggilan sekarang berdasarkan KUHAP itu kan bahkan jauh hari, lima hari kerja gitu. Jadi, ini yang diantisipasi sebagai modus dari Pak Nusron Wahid untuk menghindar dari panggilan,” ungkap Boyamin.

Pola serupa, lanjut Boyamin, sudah pernah digunakan oleh Nusron. Ia disebut mangkir dari panggilan KPK sebelumnya dengan alasan dinas ke Malaysia.

“Sebagaimana dulu mangkir dari panggilan KPK dengan alasan dinas ke Johor Bahru, Malaysia. Meskipun jalannya lucu dari Singapura. Nah, ini sangat disayangkan,” katanya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *