NasionalPolitik

Bahlil Pasang Badan Soal Ide 3 Periode, Guntur Curiga: Operator Kelimpungan, Takut Skenario Terbongkar

10520
×

Bahlil Pasang Badan Soal Ide 3 Periode, Guntur Curiga: Operator Kelimpungan, Takut Skenario Terbongkar

Sebarkan artikel ini
Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli. [Tangkapan layar]

Rilpolitik.com, Jakarta – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengaku dirinya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas ide penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode.

Bahlil mengaku ide tersebut murni berasal dari dirinya, bukan atas perintah siapapun. Sebab itu, ia mengakui hal itu murni sebagai kesalahan dirinya.

Kader PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli mempertanyakan sikap Bahlil yang terkesan pasang badan sendirian terkait skenario tiga periode yang kembali ramai setelah diungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka jadi Cawapres Prabowo Subianto.

Padahal, kata Guntur, Bahlil merupakan orang paling terakhir yang menyuarakan skenario tiga periode dan penundaan pemilu.

“Sebenarnya Bahlil ini yang terakhir-terakhir bicara soal 3 periode/perpanjangan jabatan setelah: LBP, Airlangga, Zulhas, Cak Imin, Bamsoet, kok sekarang kayak paling pasang badan?” ungkap Guntur melalui platform X-nya, @GunRomli pada Sabtu (28/10/2023) malam.

Guntur mengatakan saat ini pihak-pihak yang menginginkan tiga periode pada ketar-ketir karena takut skenarionya terbongkar.

“Isu 3 periode ini bikin operator-operator 3 Periode pada kelimpungan sekarang, takut skenario kebongkar,” ujarnya.

Guntur tidak percaya jika ide tiga periode itu murni berasal dari sosok Bahlil tanpa adanya kekuatan “raksasa” di belakangnya.

Dia merujuk pada sikap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang enggan mengomentari pernyataan Hasto terkait skenario tiga periode, karena dianggapnya mengandung bahaya. Guntur tidak yakin Bahlil yang membuat Cak Imin takut untuk berkomentar skenario tersebut.

“Cak Imin saja mengaku kalau isu 3 periode ‘mengandung bahaya’ apa iya sosok seperti Bahlil bisa bikin Cak Imin ‘takut’?” tanya Guntur.

Guntur pun mengajak publik untuk membayangkan kekuatan apa yang bisa membuat para petinggi parpol di negeri ini tiba-tiba menyuarakan tiga periode.

Baca juga:  Djarot Sindir Jokowi Soal Anak dan Menantu Disiapkan, Mardani: Memang Terlihat Gamblang

“Coba bayangkan kekuatan/posisi apa yang bisa bikin ketum-ketum parpol saat itu & Ketua MPR tiba-tiba bicara 3 periode?” tukasnya.

Belakangan ini kembali ramai soal adanya skenario perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode. Hal ini pertama kali diungkap oleh politikus PDIP Adian Napitupulu merespon majunya anak Jokowi, Gibran sebagai Cawapres Prabowo.

Menurut Adian, permintaan tiga periode itulah yang menjadi penyebab retaknya hubungan Jokowi dengan PDIP.

Pernyataan Adian itu sempat dibantah oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Puan menyebut tidak ada permintaan tiga periode dari Jokowi.

Namun, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto justru memperkuat pernyataan Adian. Ia mengakui bahwa benar ada upaya menambah masa jabatan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, skenario tersebut disuarakan oleh beberapa menteri dan ketum parpol yang disebut atas permintaan Pak Lurah. Hasto tidak menjelaskan sosok Pak Lurah yang dimaksud.

“Saya bertemu dengan menteri tersebut dan dikonfirmasi bahwa sikap-sikap ketua umum beberapa partai yang menyuarakan itu (presiden tiga periode), saat itu dikatakan, ya sebagai permintaan ‘Pak Lurah’,” kata Hasto di Jakarta, Jumat (27/10/2023).

(Abn/Rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *