JAKARTA, Rilpolitik.com – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk dievaluasi.
Pernyataan itu disampaikan TB Hasanuddin merespons pembatalan mutasi tujuh perwira tinggi TNI termasuk anak Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Letjen Kunto Arief Wibowo.
Menurut TB Hasanuddin, Agus Subiyanto sejak awal seharusnya menolak mutasi jika memang tidak berdasarkan kepentingan organisasi.
“Menurut hemat saya, kepemimpinan Panglima TNI saat ini tidak baik. Seharusnya sejak awal beliau menolak mutasi Letjen Kunto jika itu memang tidak berdasarkan kepentingan organisasi,” ujar TB Hasanuddin.
“Kepemimpinan seperti ini patut dievaluasi,” imbuh politikus PDI Perjuangan itu.
Menurut TB Hasanuddin, pembatalan mutasi tujuh perwira tinggi TNI justru membuat stabilitas internal terganggu dan netralitas TNI sebagai institusi pertahanan negara dipertanyakan oleh publik.
“TNI adalah alat negara, bukan alat politik. Mutasi harus bersandar pada pertimbangan objektif dan strategis demi kepentingan organisasi, bukan demi memenuhi kepentingan luar. Jangan diombang-ambingkan oleh tekanan seperti ini,” ujar TB Hasanuddin.
Diketahui, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membatalkan mutasi terhadap 7 perwira tinggi termasuk anak Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Letjen Kunto Arief Wibowo.
Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi mengatakan, pembatalan dilakukan karena ada beberapa perwira tinggi yang masih dihadapkan dengan tugas-tugas sehingga tidak bisa digeser.
“Jadi jika satu tidak bisa bergeser, maka yang lain pun tidak bisa bergeser. Nah, karena pertimbangan-pertimbangan itu tadi, maka pimpinan merasa perlu untuk mengeluarkan ralat, seperti surat keputusan tadi,” kata Kristomei, Jumat (2/5/2025).
“Karena pertimbangan ada beberapa pati dalam rangkaian itu yang belum bisa bergeser, dihadapkan dengan tugas-tugas yang masih harus membutuhkan perwira tinggi tadi. Jadi tidak terkait dengan hal-hal lain,” ujarnya.








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







