SUMENEP, Rilpolitik.com – Praktisi hukum Sulaisi Abdurrazaq mengungkap adanya dugaan kejanggalan dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Pragaan, Sumenep. Pasalnya, Puskesmas tersebut disebut lebih memilih menyarankan pasien untuk dirujuk ke rumah sakit di luar daerah ketimbang rumah sakit yang ada di Sumenep.
Hal itu terungkap dalam kasus seorang ibu yang hendak melahirkan dan perlu dirujuk ke rumah sakit lantaran ketuban sudah pecah. Namun, pihak Puskesmas Pragaan disebut tidak segera memberikan surat rujukannya.
Pihak Puskesmas Pragaan disebut menolak permintaan keluarga pasien yang meminta agar pasien dirujuk ke RSI Kalianget, Sumenep.
Menurut Sulaisi, pihak Puskesmas menyebut bahwa birokrasi di RS Sumenep ribet, sehingga menyarankan pasien dirujuk ke RS Larasati di Pamekasan.
“Mereka bilang birokrasi di rumah sakit di Sumenep itu susah gitu. Lemot gitu bahasa mereka kan. Sehingga mereka sarankan ‘sudahlah kalau mau cepat ke rumah Sakit Larasati’,” ungkap Sulaisi, Sabtu (4/4/2026).
Sulaisi tak habis pikir dengan Puskesmas Pragaan yang lebih menyarankan pasien untuk dirujuk ke Pamekasan ketimbang Sumenep. “Kok bisa?” ujarnya.
Padahal, Sulaisi menilai fasilitas dan pelayanan kesehatan di RSI Kalianget cukup bagus. “Padahal RSI Garam Sumenep itu fasilitas dan pelayanan bagus,” katanya.
Sulaisi mengungkapkan bukan hanya sekali ini saja pihak Puskesmas Pragaan menyarankan pasiennya untuk dirujuk ke RS Larasati Pamekasan. “Ini bukan hanya kasus satu orang Puskesmas Pragaan mengarahkan ke Larasati,” tuturnya.
Terkait kasus seorang ibu yang mau melahirkan, Sulaisi mengaku dirinya akhirnya menelefon salah satu dokter di Sumenep untuk memastikan pernyataan pihak Puskesmas Pragaan terkait administrasi yang ribet.
“Karena dari pihak keluarga ini menyampaikan ke saya, saya telefon salah satu dokter di Sumenep dan dokternya menyampaikan selama ini RSI Kalianget nggak pernah ada keluhan tuh soal rujukan, soal administrasi dan segala macam,” ungkapnya.
Pada akhirnya, pihak Puskesmas Pragaan menyetujui permintaan keluarga pasien agar dirujuk ke RSI Kalianget.
“Begitu kami sampaikan bahwa kami sudah kontak dokternya di Sumenep dan tidak ada masalah persoalan administrasi, akhirnya dirujuklah ke RSI Kalianget seperti yang diinginkan oleh keluarga pasien,” tutur Sulaisi.
(Ah/rilpolitik)



![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)


![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-350x220.jpg)
![Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) mengusir paksa ekskavator yang melakukan aktivitas pengerukan di laut Kampung Tapakerbau pada Minggu (5/4/2026). [Foto: akun Facebook Marlaf Sucitpo]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/Screenshot_20260409_094443_Facebook-350x220.jpg)





![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-180x130.jpg)


![Ahmad Shidiq mengomando warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (GEMA AKSI) usir paksa ekskavator bersama pengawalnya keluar dari perairan Tapakerbau Sumenep. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260409-WA0005-180x130.jpg)