JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI yang menjalankan misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon,” kata Prabowo dikutip dari akun X resminya, Minggu (5/4/2026).
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengecam keras penyerangan yang telah menyebabkan gugurnya prajurit TNI.
“Kami, saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tegasnya.
Adapun tiga prajurit TNI yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
Prabowo berjanji negara akan terus menghormati dan tidak akan pernah melupakan pengorbanan mereka.
“Negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit kita, serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan,” ujarnya.
“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” tutupnya.
Dianggap Tak Berani Sebut Negara Pelaku
Sementara itu, netizen menyoroti pernyataan Prabowo lantaran dinggap tidak berani menyebut nama negara pelaku penyerangan yang diduga Israel.
“Tidak menyebut negara mana pelakunya, hanya mengecam keras tanpa tujuan yang jelas. Inilah sikap pemimpin bacol hanya berani keras ke rakyat sendiri tapi lunak kepada luar. Kau mantan jendral Kopasus tapi nyali kau tak sesangar cerita yang beredar. Kupikir kau singa untuk bangsa ini ternyata kau tak lebih dari sekedar keledai Dimata Netanyahu. Kau takut menyebut negara yang membunuh anak bangsa mu. Setega itu kau Prabowo . Aku kecewa,” tulis akun @indepenSumatera.
“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI karena kebiadaban negara zionist Israel dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon,” tulis akun @Dwimesse_Dwi.
Diketahui, Praka Farizal Rhomadhon gugur setelah proyektil meledak di dekat salah satu posisi kelompok tersebut di dekat Desa Adchit al-Qusayr di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026).
Kemudian, pada Senin (30/3/2026), PBB mengonfirmasi lagi dua prajurit TNI meninggal setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL.
Sementara itu, 8 anggota TNI mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto. Sementara tiga lainnya belum diketahui identitasnya.
Ketiga prajurit yang gugur telah dipulangkan dan tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4/2026).
















