JAKARTA, Rilpolitik.com – Kiriman karangan bunga dari Menteri BUMN, Erick Thohir ke Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) versi Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) menjadi sorotan.
Sebab, karangan bunga itu justru dinilai sebagai bukti adanya campur tangan pemerintah dalam upaya kudeta Arsjad Rasjid dari Ketum Kadin.
Sementara, pemerintah selama ini membantah melakukan intervensi atas kisruh yang terjadi di internal Kadin.
Pegiat media sosial, Jhon Sitorus menyebut karangan bunga dari Erick Thohir ke Anindya itu justru blunder karena menunjukkan pemerintah tak kompak dalam membangun narasi.
“Katanya pemerintah gak campur tangan soal huru hara di KADIN, tapi Erick Thohir malah BLUNDER dengan mengirim karangan bunga,” kata Jhon Sitorus melalui akun X @JhonSitorus_18, dikutip pada Selasa (17/9/2024).
“BOHONGnya ga kompak, Presiden dan menterinya saling senggol duluan,” sambungnya.

Diketahui, internal Kadin sedang dirundung kekisruhan. Arsjad Rasjid tiba-tiba digusur dari posisinya sebagai ketum melalui Munaslub yang terjadi pada Sabtu (14/9/2024). Arsjad digantikan oleh Anindya Bakrie yang terpilih secara aklamasi.
Kini, Arsjad akan mengambil langkah hukum atas pihak-pihak yang terlibat dalam Munaslub. Sebab, ia menilai Munaslub itu melanggara AD/ART Kadin Indonesia.
“Kami akan mengambil langkah hukum untuk menjaga integritas dan mengenakan aturan,” tegasnya pada Minggu (15/9/2024).
(War/rilpolitik)






![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)









![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-180x130.jpg)