JAKARTA, Rilpolitik.com – Pengamat politik Adi Prayitno menilai Madura tak pernah berkembang meski sudah berkali-kali ganti Gubernur di Jawa Timur, termasuk 5 tahun di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.
Adi mengaku tahu betul soal Madura yang merupakan tanah kelahirannya. Ia menyinggung kemiskinan di Jawa Timur yang menumpuk di empat kabupaten yang ada di Madura.
Menurut dia, prospek pembangunan di Madura itu tidak jelas sehingga Pulau Garam tak pernah berubah sejak dulu.
“Bicara tentang Jawa Timur, secara tidak langsung ini bicara saya. Saya kebetulan orang Madura. Empat kabupaten di situ adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang paling miskin di antara yang lainnya. Sumenep, Sampang, Bangkalan, dan Pamekasan,” kata Adi Prayitno dalam tayangan Youtube TvOneNews dikutip rilpolitik.com Selasa (17/9/2024).
“Itu empat kabupaten yang saya lihat dari dekat dari dulu sejak saya merantau ke Jakarta sampai hari ini, La yamutu wala yahya. Tidak jelas bagaimana prospek pembangunan ke depan,” sambungnya.
Sebab itu, Adi berharap kepada siapapun yang menang Pilgub Jatim nanti, untuk memperhatikan Madura. Ia tidak ingin Madura hanya dijadikan sebagai tempat meraup suara lima tahun sekali.
“Jadi saya harap betul ini kepada sahabat-sahabat saya ini mulai dari Kang Emil, kemudian Gus Hans sama Bang Lukman ini kalau menang, ya Madura lah sering-sering dikunjungi. Jangan kunjungi setiap 5 tahun sekali,” harap dia.
Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu menyinggung fenomena orang Madura mengadu nasib ke Jakarta dengan membuka usaha warung kelontong. Hal itu, katanya, menjadi salah satu bukti kemiskinan di Madura yang tak terbantahkan.
“Ini bagian dari fenomena kemiskinan yang tidak bisa dibantah. Banyak orang Madura saat ini mengadu nasibnya itu ke Jakarta, bikin sembako dan bikin usaha. Karena mereka sudah tidak bisa berharap apapun dari pertanian yang memang sejak turun-temurun menjadi andalan kita,” jelasnya.
“Persoalan pertanian adalah krusial. Kalau pertanian di situ engaged kemudian ada solusinya, saya kira tidak akan diaspora orang Madura itu ke berbagai tempat,” ungkapnya.
Diketahui, Pilgub Jatim 2024 akan diikuti oleh 3 pasangan calon. Pertama, duet petahana Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Pasangan ini didukung 15 partai politik, di antaranya, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, PSI, PPP, NasDem dan Perindo. Lalu, Partai Gelora, Partai Buruh, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Garuda, dan Partai Prima yang tak lolos verifikasi.
Kedua, duet Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim. Pasangan ini didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ketiga, pasangan calon Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) yang didukung oleh PDI Perjuangan.
(Ah/rilpolitik)








![Prodi HPI Fakultas Syariah UIN Jember Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau 2026. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260413-WA0001-350x220.jpg)







